Nilai tukar rupiah semakin perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Rabu (9/9/2026). Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 14.34 WIB, mata uang Garuda tercatat menguat tajam sebesar 0,65% ke posisi Rp17.510 per dolar AS.
Pencapaian di level Rp17.510 per dolar AS tersebut sekaligus menandai posisi terkuat nilai tukar rupiah sejak 15 Mei 2026.
Emiten RI Ini Mau Caplok 75% Saham Aztech Pandu Persada

Apresiasi mata uang Indonesia ini telah berlangsung sejak awal sesi. Pada pembukaan perdagangan hari Rabu, rupiah tercatat dibuka menguat 0,31% di posisi Rp17.570 per dolar AS. Dengan pergerakan hingga siang menjelang sore hari, rupiah berhasil menambah penguatan sebesar 60 poin dari posisi pembukaannya.
Apabila dibandingkan dengan level penutupan pada perdagangan hari sebelumnya, Selasa (8/9/2026), yang bertengger di angka Rp17.625 per dolar AS, rupiah telah menguat secara keseluruhan sebanyak 115 poin.
ADHI Buka Suara Soal Rencana Pendanaan Danantara di Proyek LRT City

Keperkasaan rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam ini juga terjadi beriringan dengan penurunan indeks dolar AS (DXY). Berdasarkan pantauan data pasar per pukul 14.39 WIB, indeks DXY mengalami pelemahan sebesar 0,11% ke level 98,689.






