Misteri hilangnya kakak beradik berinisial RN (23) dan adiknya AY (18) selama lima tahun akhirnya terungkap. Kedua korban yang dilaporkan hilang sejak Rabu, 27 Oktober 2021, ditemukan telah menjadi kerangka di sebuah rumah kosong di kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, pada Minggu (6/9).
Penemuan tersebut bermula saat seorang buruh harian lepas berinisial R (56) mendapati hal mencurigakan ketika sedang mengumpulkan kayu gelam di sekitar lokasi kejadian. Temuan kerangka manusia itu langsung dilaporkan ke pihak berwajib untuk penyelidikan lebih lanjut.
Dalam waktu kurang dari 12 jam setelah lokasi kejadian ditemukan, jajaran kepolisian menangkap dua pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Keduanya teridentifikasi berinisial RS alias Rendi Saputra (27) dan AD alias Dika (25). Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino menyampaikan bahwa petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur terhadap salah satu pelaku karena berusaha melawan saat penangkapan.
KPPG Medan soal Siswi Keracunan MBG Hilang Ingatan, Bisa Komunikasi

Kronologi dan Motif Kejahatan
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula ketika kedua korban meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor pada 27 Oktober 2021. Seusai jam sekolah, korban menemui Rendi Saputra yang saat itu berstatus sebagai kekasihnya.
Kedua korban kemudian diarahkan menuju kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa. Di lokasi rumah kosong tersebut, kedua pelaku diduga memperkosa korban sebelum menghabisi nyawa mereka menggunakan senjata tajam.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkap bahwa aksi keji ini dipicu oleh rasa sakit hati dan dendam pelaku terhadap orang tua korban. Motif dendam tersebut mendorong pelaku merencanakan pembunuhan serta tindakan pemerkosaan terhadap korban.
Hampir 50 Persen Dana Presiden untuk Penanganan Gempa NTT sudah Disalurkan

Sandiwara Lima Tahun Menutupi Jejak
Selama lima tahun rentang waktu pelaporan korban hilang, pelaku berupaya keras menyembunyikan jejak kejahatannya dari keluarga korban dan lingkungan sekitar. Rendi, yang merupakan mantan kekasih korban, bersikap seolah-olah tidak tahu dan berpura-pura peduli dengan nasib korban.
Untuk menghindari kecurigaan pihak keluarga, tersangka bahkan kerap mendampingi keluarga korban dalam proses pencarian. Selain itu, Rendi juga hadir secara langsung dalam berbagai kesempatan doa bersama dan acara yasinan yang digelar oleh pihak keluarga korban sebelum akhirnya kejahatannya terkuak oleh kepolisian.






