Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Jombang, Jawa Timur, menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Penetapan tempat ini menjadi salah satu sorotan utama karena memiliki keterikatan historis yang kuat dengan proses pembentukan dan perjalanan jamiyyah NU sejak awal berdiri.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjelaskan latar belakang di balik penunjukan pesantren tersebut, kesiapan panitia, hingga dukungan fasilitas penunjang jalannya agenda permusyawaratan tertinggi NU tersebut.
Apa Makna Historis di Balik Pemilihan Lokasi Muktamar di Tambakberas?
Pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, memiliki arti penting bagi warga Nahdliyin. Gus Ipul menyebutkan bahwa muktamar kali ini merupakan muktamar NU pertama yang digelar pada abad kedua organisasi. Penyelenggaraan di pesantren tersebut menjadi momentum untuk kembali kepada nilai-nilai yang diwariskan para muassis atau pendiri Nahdlatul Ulama.
Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sendiri didirikan oleh salah satu pendiri sekaligus penggerak utama NU, K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Menurut Gus Ipul, pemilihan lokasi ini seolah menuntun warga NU untuk kembali merenungkan akar perjuangan organisasi di tempat salah satu tokoh perintisnya berkiprah.
Polresta Banyumas Ungkap Kasus Kekerasan Pelajar hingga Meninggal Dunia

Meski sarat makna spiritual dan historis, proses penetapan lokasi muktamar terbilang memiliki rentang waktu persiapan yang relatif singkat. Lokasi muktamar NU di Tambakberas tersebut baru ditetapkan secara resmi 50 hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
Bagaimana Rangkaian dan Partisipasi Peserta Muktamar Ke-35 NU?
Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang dilangsungkan pada Kamis (27/8). Acara pembukaan tersebut dihadiri secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Forum permusyawaratan ini menghadirkan perwakilan struktur kepengurusan NU dari seluruh Indonesia dan perwakilan luar negeri, yang meliputi:
- 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)
- Lebih dari 550 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)
- 33 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU)
Seluruh utusan dan peserta yang hadir mengikuti agenda persidangan yang terbagi menjadi lima sidang pleno dan enam sidang komisi. Selain peserta resmi yang berada di ruang sidang, diperkirakan ada sekitar 50.000 rombongan Nahdliyin dari berbagai daerah yang turut hadir meramaikan jalannya muktamar di Jombang.
Kebakaran TPA Jadi Ancaman Nasional, KLH Minta Pemda Tingkatkan Kesiapsiagaan

Fasilitas dan Teknologi Apa Saja yang Diterapkan Panitia?
Untuk mengelola lalu lintas ribuan peserta serta menjaga ketertiban persidangan, panitia pelaksana Muktamar Ke-35 NU memanfaatkan integrasi teknologi modern. Panitia menyiapkan sistem berbasis cip yang digunakan dalam proses registrasi peserta muktamar, identifikasi, pemantauan kehadiran, serta pengaturan akses keluar-masuk ruang sidang.
Dari aspek keamanan dan pengawasan area pesantren, panitia memasang lebih dari 150 kamera pemantau (CCTV) di berbagai titik strategis selama muktamar berlangsung.
Panitia juga memperhatikan kelancaran pergerakan para kiai dan ulama sepuh di lingkungan pesantren. Guna membantu mobilitas para kiai selama Muktamar NU, panitia mengoperasikan 200 unit becak listrik. Bantuan kendaraan ramah lingkungan tersebut disalurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan muktamar.






