Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada insiden kebakaran di Gedung Merah Putih menyusul kabar yang sempat beredar pada Sabtu (29/8). Asap tebal yang diduga berasal dari ruang baterai UPS di area basement gedung tersebut dipastikan bersumber dari aktivitas pengasapan nyamuk atau fogging.
Kabar dugaan kebakaran ini mencuat setelah petugas pemadam kebakaran meluncur ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan. Unit pemadam dikerahkan ke lokasi menyusul laporan yang masuk dari masyarakat sekitar pukul 11.25 WIB.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo meluruskan kejadian tersebut dan membantah adanya kobaran api di lingkungan kantor lembaga antirasuah.
BMKG Beberkan Kebutuhan Anggaran Mitigasi Bencana ke DPR

"Asap yang muncul berasal dari kegiatan fogging di area gedung," kata Budi dalam keterangannya.
Budi menjelaskan bahwa asap dari aktivitas fogging tersebut membubung hingga terbaca oleh sensor pada alat proteksi kebakaran (fire fighting) di lokasi. Sistem keselamatan itu secara otomatis merespons kepulan asap dengan mengeluarkan senyawa pemadam khusus, yang dirancang untuk mengatasi percikan api pada perangkat elektronik.
Update Penanganan Kebakaran Hutan di Kalimantan hingga Sumatera

Respons otomatis sistem tersebut membuat kepulan asap tampak pekat sehingga menimbulkan dugaan adanya insiden kebakaran.
Sebagai langkah mitigasi dan pemulihan, Tim Biro Umum KPK langsung diterjunkan untuk menyedot sisa asap di lokasi. Petugas internal KPK juga melakukan penyisiran serta pengecekan menyeluruh di sejumlah titik gedung guna memastikan seluruh fasilitas dan sistem keamanan berfungsi normal.






