Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Kalimantan dan Sumatera. Upaya pemadaman dilakukan melalui kombinasi operasi satgas darat, pemadaman udara (water bombing), hingga penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Penanganan Karhutla di Pulau Kalimantan
Di Kalimantan Barat, satgas mendeteksi 36 titik api dengan total area terbakar melampaui 350 hektare, di mana 105 hektare lebih di antaranya berhasil dipadamkan. Kualitas udara di provinsi ini sempat menyentuh kategori Berbahaya dengan jarak pandang kurang dari 1 kilometer. Operasi darat mengerahkan 15.091 personel yang berhasil memadamkan lebih dari 102 hektare. Satgas udara menerjunkan satu helikopter water bombing yang menyiramkan 172.000 liter air, didukung operasi TMC menggunakan tiga armada udara dengan menyemai 4.400 kilogram garam selama lebih dari 10 jam kerja.
Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Tengah dengan 47 titik api pada area kebakaran seluas lebih dari 100 hektare. Kualitas udara terpantau Sangat Tidak Sehat dengan jarak pandang 2,8 kilometer. Sebanyak 4.686 personel satgas darat memadamkan lebih dari 66 hektare. Sementara itu, empat helikopter water bombing mengguyurkan 240.000 liter air untuk memadamkan 8 hektare lebih, serta TMC menyemaikan 4.600 kilogram garam dalam durasi operasi lebih dari 8 jam.
BMKG Beberkan Kebutuhan Anggaran Mitigasi Bencana ke DPR

Di Kalimantan Selatan, terdapat 21 titik api dengan area terbakar lebih dari 260 hektare dan 163 hektare lebih telah padam. Kualitas udara berada pada rentang sedang hingga tidak sehat dengan jarak pandang di bawah 5 kilometer. Satgas darat berkekuatan 1.408 personel memadamkan lebih dari 48 hektare, sedangkan satgas udara menjatuhkan lebih dari 780.000 liter air untuk mengatasi 115 hektare lebih. Operasi TMC dengan 3.000 kilogram garam selama 6 jam memicu hujan di Kabupaten Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, dan Balangan.
Penanganan Karhutla di Pulau Sumatera
Di Provinsi Riau, terdeteksi 51 titik api dengan luas lahan terbakar melebihi 309 hektare, dan lebih dari 162 hektare berhasil dipadamkan. Kualitas udara berstatus Tidak Sehat dengan jarak pandang 3 kilometer. Penanganan melibatkan 1.913 personel satgas darat yang memadamkan lebih dari 145 hektare lahan. Satgas udara mengerahkan dua unit helikopter yang menjatuhkan 1.028.000 liter air. Penyemaian 1 ton NaCl melalui TMC berhasil mengoptimalkan hujan berintensitas ringan hingga sedang di Meranti dan Pelalawan.
Pramono Anung Minta Satpol PP Kedepankan Sikap Humanis dan Belajar Menahan Emosi

Untuk wilayah Jambi, tercatat 29 titik api dengan luasan terbakar 60 hektare, dan 46 hektare di antaranya telah teratasi. Kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat dengan jarak pandang 1 kilometer lebih. Sebanyak 5.984 personel satgas darat dikerahkan, dibantu dua helikopter water bombing yang menjatuhkan 324.000 liter air untuk memadamkan 5 hektare. Operasi modifikasi cuaca tidak dapat dilaksanakan di Jambi karena ketiadaan bibit awan di atmosfer.
Sementara itu, Sumatera Selatan mencatat titik api di 9 lokasi dengan kebakaran lahan mencapai hampir 400 hektare, dan 13 hektare baru berhasil dipadamkan. Kualitas udara tercatat Tidak Sehat dengan jarak pandang 5 hingga 8 kilometer. Penanganan darat melibatkan lebih dari 11.000 personel, sementara tiga helikopter water bombing mengguyurkan 492.000 liter air. Seperti di Jambi, modifikasi cuaca di Sumatera Selatan belum dapat diterapkan akibat minimnya potensi awan hujan.






