Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyambut baik rencana penambahan alokasi dana mitigasi bencana yang diwacanakan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pihak BMKG membeberkan bahwa dukungan pendanaan tersebut sangat krusial guna memperkuat sistem deteksi, pemeliharaan alat operasional, serta perluasan edukasi kebencanaan bagi publik.
Sekretaris Utama (Sestama) BMKG Guswanto menjelaskan bahwa tugas utama lembaganya berfokus pada deteksi dini serta pengoperasian sistem peringatan dini bencana. Keterangan tersebut disampaikan Guswanto seusai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI dan Sestama BNPP/Basarnas dalam agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) 2027 di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Alokasi untuk Edukasi dan Pemeliharaan Sistem
Menurut Guswanto, kebutuhan anggaran mitigasi tidak hanya berfokus pada pengadaan dan perawatan perangkat sensor di lapangan, melainkan juga menyasar pemahaman masyarakat melalui program edukasi terpadu. BMKG secara berkala menggelar berbagai program edukasi seperti sekolah lapang iklim, sekolah lapang bencana, sekolah lapang cuaca nelayan, hingga sekolah lapang meteorologi penerbangan. Edukasi langsung seputar potensi gempa bumi dan tsunami juga menjadi bagian utama dalam penguatan kesiapsiagaan warga.
4 Gunung Meletus Hari Ini, Ili Lewotolok, Ibu, Anak Krakatau, Semeru

Selain sarana edukasi, BMKG memerlukan pembiayaan berkelanjutan untuk sosialisasi dan diseminasi informasi peringatan dini ke berbagai lapisan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran.
Kebutuhan Komunikasi Data dan Bandwidth
Kecepatan penyebaran informasi bencana sangat bergantung pada infrastruktur komunikasi data yang memadai. Guswanto mengungkapkan bahwa penyebaran data peringatan dini membutuhkan alokasi lalu lintas data (bandwidth) yang besar, yang bisa menyentuh angka 1 gigabita (GB) per hari, bahkan terkadang mencapai 1 GB per detik pada momen-momen kritis tertentu.
Kemenhut Segel Lokasi Karhutla di Kalbar yang Mulai Ditanami Sawit

Untuk menunjang kelancaran transmisi dan distribusi informasi bencana ke seluruh pelosok tanah air, BMKG saat ini juga telah menjalin kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk memanfaatkan satelit komunikasi BRI Sat.






