Layar kaca televisi Korea Selatan kembali bersiap menghadirkan ketegangan baru lewat serial drama harian terbaru berjudul A Trap Called Desire. Drama ini dijadwalkan tayang perdana mulai tanggal 10 Agustus 2026 melalui saluran KBS2. Kehadiran serial ini langsung memicu antusiasme tinggi di kalangan pencinta drakor di berbagai negara, terutama karena menjadi momentum kembalinya aktris senior Jang Seo-hee ke stasiun televisi KBS setelah absen selama 12 tahun lamanya. Selain itu, proyek teranyar ini juga menandai berakhirnya masa vakum Jang Seo-hee dari ranah drama harian selama tiga tahun terakhir. Bagi para pemirsa yang ingin menyaksikan penayangannya secara langsung, serial drama harian ini bakal mengisi jadwal tayang reguler dari hari Senin sampai Jumat mulai pukul 17.50 WIB atau pukul 19.50 waktu standar Korea (KST).
Intrik dalam drama ini berpusat pada ambisi gelap dan keserakahan yang menghancurkan kehidupan orang lain demi kekuasaan. Kisah utama berfokus pada sosok Joo Mi-ran, seorang perempuan yang digambarkan memulai kariernya dari bawah sebagai mantan pengasuh anak. Berkat kelicikan dan upayanya, ia kini berhasil menaiki tangga karier hingga menduduki posisi strategis sebagai Kepala Divisi Humas di Yayasan Beasiswa Cheongma. Di balik pencapaian kariernya yang tampak gemilang tersebut, Joo Mi-ran sebenarnya telah menyimpan ambisi besar selama 27 tahun untuk menguasai Cheongma Group secara keseluruhan. Demi mewujudkan ambisi besar yang telah dipendam puluhan tahun tersebut, Joo Mi-ran tidak segan-segan melakukan tindakan kriminal.
Tepat sepuluh tahun sebelum alur cerita utama dimulai, Joo Mi-ran merekayasa sebuah kasus kejahatan yang sangat rapi. Rekayasa keji ini sengaja dirancang untuk menjebak Ko Eun-seol, seorang perempuan muda yang diperankan oleh aktris Jeon Hye-won. Akibat dari manipulasi hukum dan bukti yang dilakukan oleh Joo Mi-ran, kehidupan Ko Eun-seol hancur berantakan karena ia menjadi korban utama yang paling menderita. Identitas asli Eun-seol dihapus sepenuhnya dari catatan sosial, dan ia harus menghadapi kenyataan pahit ketika dituduh secara palsu sebagai seorang pelaku pembunuhan. Konflik inilah yang nantinya akan menjadi penggerak utama plot drama, menampilkan bagaimana korban kejahatan berjuang di tengah kepungan fitnah.
Hasil OTT KPK di Kasus Mafia Tanah BPN, 8 Orang Jadi Tersangka, Sita Rp 106,3 Miliar

Hal menarik yang paling disorot dari produksi drama ini adalah transformasi peran yang diambil oleh Jang Seo-hee. Publik dan pencinta drakor selama ini sangat mengenal aktris tersebut dengan julukan Ratu Drama Harian berkat peran-perannya sebagai tokoh protagonis yang teraniaya dan penuh penderitaan, seperti dalam drama legendaris Miss Mermaid dan Temptation of Wife. Namun, dalam A Trap Called Desire, ia justru mengambil langkah berani dengan keluar dari zona nyaman untuk memerankan Joo Mi-ran, sang tokoh antagonis utama yang manipulatif. Penulis naskah Goo Ji Won menyatakan bahwa tingkat kecocokan Jang Seo-hee dengan karakter Joo Mi-ran sangat luar biasa hingga tidak dapat diukur dengan angka. Pujian senada juga datang dari sutradara Lee Dae Kyung, yang menyebut sang aktris berhasil menggambarkan berbagai sisi kompleks dari kepribadian Joo Mi-ran secara sangat meyakinkan di depan kamera.
Bagi pemirsa yang tertarik untuk mengikuti kelanjutan kisah perebutan kekuasaan dan intrik keluarga ini, ada beberapa aspek administratif penyiaran yang perlu dipahami. Hingga saat ini, pihak stasiun televisi KBS belum merilis informasi resmi mengenai jumlah episode keseluruhan untuk drama ini. Walaupun demikian, situs basis data drama MyDramaList menyebutkan bahwa A Trap Called Desire direncanakan memiliki total 100 episode, sebuah jumlah yang lazim untuk format drama harian di Korea Selatan. Untuk penonton yang berada di wilayah Singapura, drama ini dapat diakses secara resmi melalui layanan streaming VIU.
25 Kecamatan di Tangerang Awas Kekeringan, 62.076 Jiwa Terdampak

Sementara itu, bagi para pencinta drakor di Indonesia, situasi penyiaran digital masih diselimuti oleh ketidakpastian. Sampai saat ini, belum ada informasi resmi mengenai platform streaming lokal yang memegang hak siar atau akan menayangkan drama ini untuk wilayah Indonesia. Pemirsa di tanah air diharapkan bersabar dan disarankan untuk terus memantau perkembangan pengumuman dari penyedia layanan video-on-demand resmi guna memastikan legalitas dan kenyamanan menonton. Pilihan menonton secara langsung saat ini hanya terbatas pada siaran saluran televisi KBS2 sesuai dengan jadwal tayang harian yang telah ditetapkan sebelumnya.






