Ekosistem holding kawasan industri di bawah PT Danareksa (Persero) menyalurkan paket bantuan senilai Rp423 juta bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari total bantuan tersebut, sebanyak 9,5 ton beras dan ribuan kebutuhan logistik darurat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi.
Bantuan kemanusiaan ini dihimpun secara kolektif oleh Danareksa bersama anggota holding, tenant kawasan, karyawan, dan mitra kerja. Selain 9,5 ton beras, logistik yang disalurkan mencakup lebih dari 1.100 porsi makanan siap saji, 300 liter minyak goreng, dan lebih dari 500 unit susu siap minum serta susu formula. Bantuan juga mencakup perlengkapan penunjang pengungsian, antara lain lebih dari 200 unit perlengkapan istirahat berupa kasur lipat, bantal, sarung, dan terpal, serta lebih dari 440 paket kebersihan keluarga yang memuat popok bayi, popok lansia, hingga perlengkapan mandi.
Syarat Bencana Nasional Diubah MK, Ini Indikatornya

Penggalangan dan penyaluran logistik ini dikoordinasikan langsung oleh PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) sebagai anggota holding dengan jarak terdekat menuju lokasi bencana. Langkah tanggap darurat ini digagas menyusul gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 27 Agustus 2026, tercatat sebanyak 176 ribu jiwa masih mengungsi di berbagai posko pengungsian.
Ekosistem kawasan industri yang digerakkan membentang dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Tujuh entitas pengelola kawasan yang terlibat meliputi PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda), PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, PT SIER, dan PT Kawasan Industri Makassar.
Wamendagri Minta DPRD Tingkatkan Kapasitas dan Pengawasan Pemda

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui dua skema koordinasi. Distribusi tahap pertama disalurkan pada 21 Agustus 2026 melalui Posko Induk BRI Peduli Tanggap Bencana Gempa NTT yang bekerja sama dengan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan BPBD setempat. Distribusi tahap kedua diteruskan pada 25 Agustus 2026 bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur guna memastikan logistik tiba langsung di titik penampungan warga terdampak.






