Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas serta memperketat pengawasan terhadap jalannya pembangunan di daerah. Penguatan peran legislatif dinilai krusial di tengah dinamika tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks.
Bima menyampaikan arahan tersebut saat menghadiri Seminar dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (30/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa keberhasilan otonomi daerah bermuara pada terwujudnya daerah yang berdaya, hal yang mustahil dicapai tanpa keterlibatan aktif dan pengawasan optimal dari parlemen lokal.
Besok Resmi Ditutup! Ini Penampakan Terakhir Stasiun KRL Karet

Menurut Wamendagri, pemerintah daerah saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan nyata, mulai dari tuntutan percepatan digitalisasi, sengketa tapal batas wilayah, hingga ketimpangan kapasitas fiskal antardaerah. Ia menyoroti fakta bahwa kendati kebijakan otonomi daerah telah berjalan selama tiga dekade, sebagian besar pemda masih sangat bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat karena kapasitas fiskal daerah yang belum menguat secara signifikan.
Menanggapi persoalan keuangan tersebut, Bima mengingatkan agar tolok ukur kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak sekadar dinilai dari tingginya serapan anggaran maupun rendahnya sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA). DPRD bersama kepala daerah dituntut memastikan alokasi anggaran benar-benar memberikan dampak konkret bagi masyarakat, seperti menarik investasi, membangun infrastruktur, menekan biaya transaksi, mendongkrak kualitas sumber daya manusia, dan memperluas pembukaan lapangan kerja.
Gempa Susulan NTT Tembus 10.232 Kali, BMKG Aktivitas Mulai Menurun

Selain itu, Bima turut menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri agar para anggota legislatif daerah terus memperbarui pendekatan dan wawasan kerja agar relevan dengan perubahan zaman. Pertemuan tahunan ADKASI ini turut dihadiri oleh Ketua Umum ADKASI Siswanto serta Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani.






