berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Internasional

Dinamika Konflik Libanon Selatan, Operasi Beaufort dan Geopolitik Timur Tengah

Sri NugrohoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 07.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dinamika Konflik Libanon Selatan, Operasi Beaufort dan Geopolitik Timur Tengah
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Kawasan perbatasan antara Israel dan Libanon selatan terus menjadi titik pusat ketegangan militer yang kompleks. Salah satu insiden paling signifikan baru-baru ini adalah operasi penghancuran skala besar oleh militer Israel di wilayah Beaufort. Dalam langkah taktis tersebut, pasukan Israel menggunakan sekitar 700 ton bahan peledak untuk meruntuhkan sebuah jaringan terowongan bawah tanah. Fasilitas yang dihancurkan ini diklaim sebagai infrastruktur milik kelompok Hizbullah. Peristiwa ini menyoroti betapa rentannya situasi keamanan di kawasan tersebut, sekaligus memicu pertanyaan mengenai efektivitas kesepakatan penghentian permusuhan yang ada.

Berdasarkan pernyataan bersama yang disampaikan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, infrastruktur bawah tanah di Beaufort memiliki nilai strategis yang tinggi. Pihak Israel mengklaim bahwa terowongan tersebut merupakan bagian integral dari rencana Hizbullah untuk melancarkan invasi ke pemukiman penduduk di wilayah Israel utara. Operasi militer ini dilaporkan sebagai respons atas tindakan yang digambarkan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata pada hari sebelumnya. Meski demikian, otoritas Israel tidak membeberkan rincian lebih lanjut mengenai bentuk pelanggaran spesifik yang dimaksud. Di sisi lain, pihak Hizbullah belum memberikan komentar atau tanggapan resmi mengenai penghancuran terowongan maupun tuduhan pelanggaran tersebut.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Menghadapi situasi ini, pemerintah Israel menegaskan sikap keras mereka terhadap setiap ancaman keamanan. Netanyahu dan Katz menyatakan bahwa Israel tidak akan menerima pelanggaran apa pun terhadap kesepakatan gencatan senjata. Keduanya juga memperingatkan bahwa setiap upaya yang berpotensi membahayakan pasukan militer maupun warga sipil Israel akan dibalas dengan respons yang sangat kuat dan keras. Sebagai bagian dari strategi pengamanan jangka panjang, militer Israel memutuskan untuk tetap menyiagakan pasukannya di zona keamanan Libanon selatan. Langkah ini diambil untuk terus membongkar infrastruktur yang dianggap sebagai ancaman serta mencegah upaya Hizbullah dalam memulihkan kapasitas militernya.

Baca Juga

Kesepakatan Hamas dan Israel Terkait Pelucutan Senjata dan Penarikan Pasukan dari Gaza

Kesepakatan Hamas dan Israel Terkait Pelucutan Senjata dan Penarikan Pasukan dari Gaza

Di lapangan, pertempuran terus membawa dampak destruktif meskipun terdapat upaya pembatasan konflik. Israel memang telah menyetujui penerapan gencatan senjata parsial dengan komitmen untuk tidak menyerang ibu kota Beirut. Namun, gempuran udara dan serangan darat masih terus terjadi di wilayah Libanon selatan. Rangkaian serangan udara mematikan dari pihak Israel di kawasan tersebut dilaporkan telah menewaskan 14 orang, sebuah insiden yang langsung memicu ancaman keras dari pemerintah Iran. Sebaliknya, eskalasi pertempuran juga diwarnai oleh klaim Hizbullah yang menyatakan keberhasilan mereka dalam menghancurkan tiga unit tank milik militer Israel. Hal ini mempertegas fakta bahwa Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Libanon selatan, yang sebagian telah dikuasai selama beberapa dekade dan sebagian lainnya direbut pada periode perang tahun 2023 hingga 2024.

Konflik yang berpusat di Libanon selatan ini tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan berbagai aktor geopolitik internasional. Dari sisi diplomasi dan manuver politik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengajukan usulan agar pemerintah baru Suriah yang dipimpin oleh Ahmed al-Sharaa turut membantu proses pelucutan senjata Hizbullah di Libanon. Rencana ini muncul di tengah keraguan internal di dalam pemerintahan Amerika Serikat. Pada saat yang sama, otoritas baru Suriah telah mengambil langkah nyata dengan menyita pengiriman rudal jarak jauh serta pesawat nirawak yang ditujukan untuk Hizbullah di wilayah perbatasan Irak. Selain itu, dinamika pengambilan keputusan di masa lalu juga terungkap melalui rekaman dokumenter karya Alex Holder, yang menunjukkan bahwa senator Lindsey Graham pernah membujuk Donald Trump untuk menyerang Hizbullah, namun langkah tersebut dicegah oleh Benjamin Netanyahu.

Baca Juga

Panduan Layanan Samsat Keliling Jadetabek dan Pembaruan Operasional Polda Metro Jaya

Panduan Layanan Samsat Keliling Jadetabek dan Pembaruan Operasional Polda Metro Jaya

Sementara itu, konsolidasi kekuatan di antara kelompok-kelompok perlawanan regional terus berjalan. Para pejabat Iran dilaporkan telah mengadakan pertemuan strategis dengan delegasi dari Hizbullah, Hamas, dan kelompok Houthi. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat aliansi Axis of Resistance, yang diselenggarakan di tengah masa berkabung Ayatollah Ali Khamenei. Di tengah upaya diplomatik internasional, Hizbullah secara terbuka bersumpah untuk menggagalkan kesepakatan damai antara Israel dan Libanon yang sedang dimediasi oleh Amerika Serikat. Padahal, rancangan kesepakatan tersebut telah mengatur implementasi berbagai langkah strategis di dua wilayah percontohan, yang mencakup rencana penarikan mundur pasukan Israel dari kawasan konflik.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Timur TengahgeopolitikIsraelLibanonHizbullah

Berita Terbaru Lainnya

Kesepakatan Hamas dan Israel Terkait Pelucutan Senjata dan Penarikan Pasukan dari GazaPanduan Mitigasi Dampak El Nino, Langkah BMKG Hadapi Kekeringan dan KarhutlaPanduan Layanan Samsat Keliling Jadetabek dan Pembaruan Operasional Polda Metro JayaMemeriksa Detail Unik dan Filosofi Jersey Bali United Musim 2026/2027Memilih dan Membeli BMW F 450 GS serta R 1300 RT Terbaru di IndonesiaPembangunan 141 Ribu Rusun Subsidi di Lahan Hibah Meikarta oleh Danantara dan BUMNCara Mematuhi Aturan Pelabelan Konten Deepfake dan AI di Uni EropaPergerakan Harga Komoditas, Kenaikan Batu Bara, CPO, Nikel, dan Timah

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Kesepakatan Hamas dan Israel Terkait Pelucutan Senjata dan Penarikan Pasukan dari Gaza

Internasional

Kesepakatan Hamas dan Israel Terkait Pelucutan Senjata dan Penarikan Pasukan dari Gaza

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
  5. 5Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap