Sebuah mobil pikap berwarna hitam nekat menerobos gerbang samping Gedung DPR/MPR saat aksi unjuk rasa tengah berlangsung di kawasan tersebut pada Kamis, 27 Agustus 2026. Aksi berbahaya ini sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan berujung pada penangkapan pengemudi oleh aparat kepolisian.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, mobil pikap hitam tersebut terlihat melaju kencang sebelum akhirnya berbelok tajam untuk masuk menerobos area gerbang samping Gedung DPR/MPR. Peristiwa itu terjadi secara mendadak di tengah situasi massa yang masih memadati lokasi untuk menggelar aksi unjuk rasa.
Tabrak Barikade dan Lukai Petugas
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengonfirmasi peristiwa tersebut. Budi menjelaskan bahwa pengemudi mobil pikap berupaya menerobos barikade pengamanan yang telah disiagakan aparat di sekitar area gerbang gedung parlemen.
Sidang Kasus Kuota Haji, Kuasa Hukum Gus Alex Minta Hakim Hadirkan Joko Widodo Jadi Saksi

Saat memaksa masuk menembus barikade, kendaraan tersebut menabrak sejumlah anggota kepolisian yang sedang bertugas melakukan pengamanan di lokasi. Insiden tabrakan tersebut mengakibatkan sejumlah personel kepolisian mengalami luka-luka. Pengemudi mobil pikap tersebut kemudian berhasil dihentikan dan langsung diamankan oleh petugas di tempat kejadian perkara.
Bawa Senjata Tajam dan Diduga Mabuk
Setelah berhasil mengamankan pengemudi, aparat kepolisian langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap pelaku dan kendaraannya. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan senjata tajam yang dibawa oleh pengemudi pikap tersebut.
Usut Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Periksa Enam Saksi dari Yayasan hingga BUMN

Selain membawa senjata tajam, penyelidikan sementara pihak kepolisian mengungkap indikasi lain terkait kondisi pelaku saat beraksi. Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan bahwa pengemudi kendaraan tersebut diduga kuat berada di bawah pengaruh alkohol ketika diamankan oleh petugas.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku. Polisi berfokus mendalami latar belakang pengemudi, termasuk menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan pelaku dengan organisasi masyarakat (ormas) tertentu.






