Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mengonfirmasi penanganan medis lanjutan terhadap 117 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, yang kembali dilarikan ke rumah sakit. Para santri tersebut dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan akibat dugaan keracunan hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina membenarkan bahwa ratusan santri tersebut harus kembali mendapatkan tindakan medis di fasilitas kesehatan.
"Sebanyak 117 anak [santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam kembali dilarikan ke rumah sakit]," kata Lakhsmie, Kamis (10/9).
Pihak sekolah menegaskan bahwa kejadian ini bukan merupakan gelombang keracunan baru. Wakil Kepala Kesiswaan MA Manbaul Hikam, Labiburrahman, menjelaskan santri yang kembali dibawa ke fasilitas kesehatan merupakan korban dari insiden sebelumnya yang kondisinya belum pulih seutuhnya selama masa pemulihan.
Gubernur DKI Tinjau SJUT Tebet, Targetkan Kabel Jakarta 5 Tahun Rapi

"Betul [ratusan santri kembali dilarikan ke rumah sakit]. Yang sakit adalah anak yang kena sebelumnya [bukan korban baru]," tutur Labiburrahman.
Para santri mulai kembali dibawa ke rumah sakit sejak Selasa (8/9) usai mengeluhkan berbagai gejala, seperti mual, pusing, lemas, diare, demam atau panas, hingga muntah. Untuk menangani para korban, sejumlah fasilitas kesehatan disiagakan, meliputi RSUD RT Notopuro, RSI Siti Hajar, RS Purusa Candi, RS DKT, RS Arafah Anwar Medika, dan RS Rahman Rahim.
Berdasarkan pembaruan data penanganan medis hingga Kamis (10/9), sebagian besar santri telah menunjukkan perbaikan klinis. Sebanyak 110 santri telah diizinkan pulang untuk menjalani rawat jalan, sementara tujuh santri lainnya masih harus menjalani rawat inap intensif di rumah sakit.
Dandim Manggarai Barat Jenguk Korban Dugaan Penganiayaan oleh Prajurit TNI di RS Labuan Bajo

Insiden dugaan keracunan massal ini bermula ketika para santri mengonsumsi paket menu MBG pada Selasa (1/9) siang yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin. Sajian tersebut berisi nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, sayur tumis buncis baby corn, dan buah apel.
Efek keracunan mulai dirasakan secara meluas pada Selasa (2/9) malam. Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat per Kamis (4/9) siang jumlah keseluruhan korban keracunan MBG di kawasan Kalitengah mencapai 748 orang, yang terdiri dari santri Ponpes Manbaul Hikam serta para pelajar dari 19 sekolah di wilayah Kecamatan Tanggulangin. Dari total korban saat itu, 20 orang sempat menjalani rawat inap dan 728 lainnya mendapatkan perawatan jalan.






