Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi semikonduktor asal Inggris, Arm Holdings, untuk mengembangkan desain cip. Inisiatif perancangan cip ini ditempuh seiring dengan peningkatan pesat permintaan terhadap kapasitas fasilitas pusat data (data center) baik di pasar domestik maupun global.
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa mengungkapkan bahwa Danantara telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Arm pada Februari lalu. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Danantara saat ini sedang aktif merancang dan mengembangkan desain cip bersama pihak Arm. Untuk memastikan realisasi dan kelancaran proyek teknologi ini, sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) telah ditugaskan secara khusus untuk mengawal proses pengembangannya.
Keterbatasan Pasokan dan Tantangan Industri
Langkah perancangan cip semikonduktor ini didorong oleh tingginya tekanan kebutuhan infrastruktur komputasi. Sigit menyebutkan bahwa Indonesia saat ini telah memiliki sekitar 45 data center berskala besar guna mengakomodasi lonjakan pemrosesan data.
OJK Cabut Izin Usaha 13 BPR per September 2026, LPS Pastikan Pembayaran Dana Nasabah

Di sisi lain, ekosistem teknologi menghadapi tantangan rantai pasok perangkat keras yang cukup ketat. Para pelaku industri dilaporkan harus menunggu antara enam bulan hingga satu tahun untuk mendapatkan kapasitas data center maupun komponen penunjang yang dibutuhkan. Keterbatasan ini juga melanda pengadaan cip semikonduktor kecerdasan buatan (AI chips), di mana waktu tunggu perolehannya di negara seperti China bahkan mencapai antara enam hingga sembilan bulan.
Tantangan ekspansi infrastruktur data center juga terlihat di tingkat regional. Negara tetangga seperti Singapura dilaporkan menghadapi kendala keterbatasan sumber daya vital untuk mendukung ekspansi data center baru, terutama terkait dengan ketersediaan pasokan daya listrik dan pasokan air.
Transformasi Digital Ubah Strategi Pengelolaan Operasional Bisnis

Akselerasi Keputusan dan Koordinasi Lembaga
Guna mengantisipasi dinamika industri dan memastikan proyek berjalan terarah, Danantara terus memperkuat komunikasi serta koordinasi lintas lembaga. Penguatan koordinasi ini melibatkan Komisi XI DPR, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan.
Langkah koordinasi dengan para pemangku kepentingan tersebut difokuskan untuk mempercepat arus komunikasi serta memperlancar proses pengambilan keputusan strategis dalam mengawal pengembangan ekosistem semikonduktor nasional.






