Seorang operator teleprompter Gedung Putih, Gabriel Perez, resmi menyepakati penyelesaian kasus dugaan perdagangan orang dalam atau insider trading dengan regulator pasar berjangka Amerika Serikat, Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Perez kedapatan memanfaatkan naskah pidato Presiden Donald Trump yang belum dibacakan untuk bertaruh di platform pasar prediksi.
Atas pelanggaran tersebut, Perez diwajibkan membayar denda sipil sebesar US$65.000 atau sekitar Rp1,14 miliar. Selain itu, ia harus menyerahkan keuntungan taruhan lebih dari US$107.000 (sekitar Rp1,87 miliar) kepada CFTC, serta menerima sanksi larangan melakukan aktivitas perdagangan selama tiga tahun.
Modus Taruhan Kata Pidato
Praktik lancung ini bermula dari akses istimewa yang dimiliki Perez terhadap draf naskah pidato presiden sebelum dipublikasikan. Memanfaatkan bocoran teks tersebut, Perez memasang posisi taruhan di platform prediksi Kalshi.
Ekonom Sebut Tak Mudah Bikin Rupiah Menguat ke Depan

Skema yang dijalankannya cukup terstruktur: ia membeli kontrak "Ya" untuk kata-kata tertentu yang tercantum di dalam draf pidato, dan sebaliknya memasang posisi "Tidak" untuk kata-kata yang diketahuinya absen dari naskah. Aksi spekulasi ini tercatat dilakukan pada belasan pasar prediksi sejak Desember, termasuk saat pidato State of the Union pada Februari dan pidato kenegaraan pada Juli.
Pihak Kalshi menjadi yang pertama mendeteksi kejanggalan pola transaksi tersebut. Setelah melakukan wawancara internal dan membekukan akun Perez, platform tersebut menahan keuntungan lebih dari US$90.000 sebelum menyerahkan berkas investigasi ke CFTC.
Reaksi Gedung Putih dan Rentetan Kasus Serupa
Gedung Putih sebelumnya telah merilis memo internal pada Maret yang melarang seluruh staf menyalahgunakan jabatan untuk bertaruh di platform prediksi seperti Kalshi. Mantan juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa pihak istana kepresidenan tidak mengetahui aktivitas taruhan tersebut dan menyebut Presiden Donald Trump murka atas pelanggaran etika stafnya. Perez sendiri langsung dinonaktifkan tanpa menerima gaji sejak perkara ini mencuat.
Apa Fungsi Sensus Ekonomi? Begini Penjelasan BPS

Kasus Perez menambah panjang daftar penindakan terhadap penyalahgunaan informasi rahasia di bursa prediksi daring di AS. Sebelumnya, seorang personel militer AS yang terlibat operasi penangkapan mantan pemimpin Venezuela Nicol谩s Maduro didakwa memanfaatkan informasi rahasia untuk meraup laba lebih dari US$400.000 di platform Polymarket.
Otoritas hukum AS saat ini juga tengah menyiapkan dakwaan terhadap anggota militer lain yang diduga mendulang lebih dari US$1 juta dari taruhan terkait serangan militer di Iran dan Venezuela, serta memeriksa seorang pegawai firma akuntansi KPMG atas dugaan taruhan laporan laba perusahaan publik.






