Karya batik tulis buatan tangan memiliki nilai seni yang tinggi. Salah satu contoh inspiratif datang dari Muhammad Hanif Fuadi, seorang siswa berkebutuhan khusus tunarungu kelas 9B di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Purwosari, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hanif berhasil membuat syal batik bermotif Menara Kudus dan parijoto yang diberikan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat kunjungan kerjanya pada hari Jumat (31/7). Bagi Anda yang ingin membuat syal batik serupa, baik untuk koleksi maupun cenderamata, ikuti panduan merancang dan membuatnya berdasarkan karya siswa berprestasi ini.
Langkah pertama dalam merancang karya ini adalah menentukan dimensi atau ukuran kain yang akan digunakan. Agar nyaman dipakai dan terlihat proporsional saat dikalungkan di leher, Anda bisa mengikuti ukuran syal batik yang dibuat oleh Hanif. Syal tersebut dirancang dengan spesifikasi panjang 150 sentimeter dan lebar 20 sentimeter. Ukuran ini cukup panjang untuk dikreasikan dalam berbagai gaya ikatan, namun tidak terlalu lebar sehingga tetap fungsional dan elegan saat dipadukan dengan pakaian formal maupun kasual.








