Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam kembali menggelar ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Kompetisi ini dibuka bagi siswa madrasah dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA sederajat di seluruh Indonesia.
Petunjuk teknis pelaksanaan OMI 2026 telah diterbitkan secara resmi melalui Surat Nomor B-152/-Dt.I.I/HM.01/08/2026 tertanggal 19 Agustus 2026. Dalam regulasi tersebut, Kemenag membagi kompetisi ke dalam dua kategori besar, yaitu bidang sains dan bidang riset. Bidang sains dapat diikuti oleh seluruh jenjang pendidikan, sedangkan bidang riset dikhususkan bagi siswa jenjang MTs dan MA.
Bentuk Tes OMI 2026 Bidang Sains
Berdasarkan juknis yang dirilis Kemenag RI, format dan bentuk tes OMI 2026 bidang sains dibedakan menurut tingkatan seleksi yang sedang ditempuh peserta:
1. Tingkat Satuan Pendidikan (Madrasah/Sekolah) Pada tahap awal ini, bentuk tes diserahkan kepada kebijakan masing-masing satuan pendidikan. Madrasah dapat menyelenggarakan seleksi berupa tes tertulis maupun bentuk evaluasi lain yang ditetapkan secara mandiri oleh pihak sekolah.
Pakar ITS soal Insiden Kapal Virgo Terbalik, Tak Cocok di Laut RI

1. Tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional/Final Bagi peserta yang lolos seleksi madrasah dan melaju ke tahap kabupaten/kota, provinsi, hingga babak nasional/final, ujian dilaksanakan dengan format tes berbasis komputer.
Setiap peserta hanya diperkenankan mengikuti satu bidang kompetisi selama rangkaian OMI 2026 berlangsung.
Kriteria Peserta dan Jadwal Penting
Bidang sains OMI 2026 dapat diikuti oleh siswa aktif Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan ketentuan tingkatan kelas sebagai berikut: - Jenjang SD/MI/sederajat: Siswa kelas V atau VI. - Jenjang SMP/MTs/sederajat: Siswa kelas VII, VIII, atau XI. - Jenjang SMA/MA/sederajat: Siswa kelas X, XI, atau XII.
Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie Adriansyah

Registrasi peserta OMI 2026 untuk bidang sains dibuka mulai 27 Agustus 2026 dan berlangsung hingga 2 September 2026.
Setelah pendaftaran ditutup, peserta akan mengikuti tahapan uji coba sistem ujian tingkat kabupaten/kota pada 4–5 September 2026. Adapun pelaksanaan lomba tingkat kabupaten/kota dijadwalkan berlangsung pada 7–8 September 2026. Peserta dengan perolehan nilai terbaik di tingkat kabupaten/kota nantinya berhak melaju ke seleksi tingkat provinsi hingga bersaing di putaran nasional.






