Bareskrim Polri mengungkap bahwa narapidana kasus narkotika yang melarikan diri dari Rutan Kelas IIB Sukadana, Bayu Wicaksono alias Encek, tetap aktif mengendalikan jaringan peredaran metamfetamina lintas negara selama masa pelariannya ke luar negeri.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengonfirmasi bahwa pelarian terpidana tersebut berakhir setelah ia berhasil ditangkap di wilayah Tachileik, Myanmar, pada 17 Juli 2026. Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama kepolisian lintas negara menyusul penetapan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap Bayu, yang sebelumnya dilaporkan kabur dari Rutan Kelas IIB Sukadana di Lampung Timur pada 21 April 2024.
Berdasarkan hasil penelusuran pihak kepolisian, pelarian Bayu melintasi sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Jalur pergerakannya dimulai dari Indonesia menuju Malaysia, kemudian berpindah ke Thailand, hingga akhirnya terdeteksi dan diringkus di kawasan Tachileik yang berada di dekat perbatasan Thailand, Laos, dan Myanmar.
Korban Gempa NTT Nyaris Sebulan Tidur Tanpa Terpal dan Selimut

Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Albert Raden Deddy Sulistyo Nugroho menjelaskan bahwa status buron tidak menghentikan aktivitas peredaran narkotika yang dijalankan Bayu. Terpidana tersebut diduga kuat mengoperasikan sindikatnya dari luar negeri secara terorganisasi.
"Jadi selama dia melarikan diri ke Malaysia kemarin itu, dia tetap mengendalikan jaringan methamphetamine-nya di lintas negara," ujar Albert.
Kenalan dengan Fire Blanket Yuk, Cegah Kebakaran dengan Langkah Sederhana

Albert menambahkan bahwa pergerakan Bayu terendus di area perbatasan tiga negara sebelum aparat gabungan mengamankannya. "Setelah dari Indonesia ke Malaysia, kemudian ke Thailand, kemudian lanjut diamankan di daerah Tachileik, perbatasan Thailand, Laos, dan Myanmar," jelasnya.
Saat ini, Bayu Wicaksono telah tiba di Bareskrim Polri untuk menjalani proses pemeriksaan mendalam. Selain mengusut rantai peredaran metamfetamina yang dikendalikannya, tim penyidik kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang membantu serta memfasilitasi pelarian Bayu selama dua tahun terakhir.






