Arus modal asing kembali mengalir ke pasar keuangan domestik setelah sempat mengalami aksi jual. Kembalinya minat investor nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham memberikan dorongan positif terhadap pergerakan mata uang garuda di pasar valuta asing.
Berikut rangkuman pertanyaan penting seputar kembalinya aliran dana asing ke instrumen pasar keuangan Indonesia serta pengaruhnya terhadap stabilitas nilai tukar.
Berapa besar dana asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia pada Agustus 2026?
Berdasarkan data yang disampaikan Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, arus masuk bersih (net inflows) dana asing pada Agustus 2026 mencapai sekitar US$2,08 miliar di tengah posisi nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp17.693 per dolar AS.
Arus modal masuk tersebut terbagi ke dalam tiga instrumen utama:
TKDN 71,14%, Kontribusi Nyata Pertamina dan Motor Penggerak Industri

- Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI): US$1,07 miliar
- Surat Berharga Negara (SBN): US$0,93 miliar
- Pasar Saham (Ekuitas): US$0,08 miliar
Masuknya dana sekitar US$0,93 miliar ke SBN mengindikasikan adanya perpanjangan penempatan portofolio investor asing pada surat utang pemerintah.
Bagaimana perkembangan kepemilikan asing di SBN?
Kepemilikan investor asing pada SBN mengalami kenaikan dalam periode bulanan. Per 20 Agustus 2026, total kepemilikan asing di SBN mencapai sekitar Rp909 triliun. Angka ini bertambah dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 yang tercatat sebesar Rp892 triliun.
Secara keseluruhan sepanjang tahun 2026 berjalan, akumulasi aliran dana asing yang masuk ke tiga pasar (SBN, saham, dan SRBI) telah menyentuh kisaran US$7,72 miliar.
PT DSI Bakal Terapkan Biaya Tata Kelola Ekspor Komoditas Strategis

Apa data resmi yang dirilis Bank Indonesia terkait aliran modal portofolio?
Bank Indonesia mencatat aliran investasi portofolio asing pada kuartal III-2026 hingga 14 Agustus 2026 membukukan arus masuk bersih (net inflows) sebesar US$1,8 miliar.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan bahwa aliran modal asing dalam kurun waktu belakangan ini ditopang oleh beberapa instrumen utama, yakni penerbitan global bond pemerintah, aliran dana masuk pada SBN, serta penempatan pada instrumen SRBI.






