Arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed terus menjadi sorotan pasar keuangan global maupun domestik. Kebijakan suku bunga The Fed sendiri sangat dipengaruhi oleh rilis data inflasi di Amerika Serikat. Jika tingkat inflasi di AS terus mengalami penurunan dan berhasil mencapai target inflasi yang telah ditetapkan oleh The Fed, kondisi tersebut berpotensi menahan langkah kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Bagi Bank Indonesia, potensi penurunan suku bunga acuan atau BI Rate memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan beberapa faktor utama. Bank sentral perlu memperhatikan perkembangan aliran dana asing, posisi nilai tukar Rupiah, serta arah kebijakan The Fed secara menyeluruh sebelum menentukan langkah terkait penyesuaian BI Rate.
Di tengah situasi kebijakan moneter tersebut, Chief Executive Officer Sucor Sekuritas Bernadus Widjaya menyebutkan bahwa sektor perbankan menjadi salah satu sektor yang berpotensi kembali menguat dan menarik untuk dilirik oleh pelaku pasar. Saat ini, valuasi saham sektor perbankan dinilai sudah sangat murah, termasuk untuk saham-saham bank berkapitalisasi besar (big caps). Sektor perbankan mencatatkan rata-rata Price to Earnings (PE) ratio di bawah 10 dengan potensi dividend yield yang melebihi 10% sehingga menjadi pilihan yang cukup menarik.
Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

Selain perbankan, sektor komoditas juga dinilai menyimpan potensi pertumbuhan. Prospek positif ini sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah yang turut mengerek harga berbagai komoditas lainnya, termasuk batu bara dan tembaga.
Di sisi lain, peluang pertumbuhan juga terlihat pada sektor yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Peluang pada industri ini terbuka seiring dengan tren pergerakan saham-saham sektor AI yang terus bertumbuh di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Korea, hingga Jepang.
Bisnis Ayah-Anak Ini Beli Mal di Orchard Road, Harganya Rp4,3 Triliun

Ulasan mendalam mengenai kaitan kebijakan The Fed, dampaknya terhadap penentuan BI Rate, serta prospek sektor-sektor unggulan di pasar saham tersebut dibahas bersama presenter Shania Alatas dan Chief Executive Officer Sucor Sekuritas Bernadus Widjaya dalam program Squawk Box di CNBC Indonesia.






