Apakah Anda pernah merasa bahwa semakin banyak masalah yang Anda hadapi, semakin padat pula jadwal harian yang Anda susun? Pertanyaan praktis ini sering kali muncul ketika seseorang menyadari bahwa mereka tiba-tiba menjadi sangat aktif setelah mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan. Banyak dari kita yang memilih untuk mengambil lembur di kantor, membersihkan seluruh sudut rumah, atau merencanakan berbagai kegiatan sosial tepat setelah mengalami kegagalan atau kekecewaan. Fenomena ini memicu pertanyaan penting bagi kehidupan sehari-hari kita: apakah kita benar-benar sedang menjadi produktif, atau kita hanya mencoba melarikan diri dari kenyataan yang menyakitkan?
Mengapa otak kita secara otomatis mencari pengalihan saat menghadapi situasi sulit?
Ketika kita memutuskan untuk menyibukkan diri secara berlebihan, otak kita sebenarnya sedang bekerja keras untuk melindungi diri dari tekanan psikologis. Otak dapat menciptakan apa yang disebut sebagai baju besi emosional. Mekanisme ini berfungsi sebagai pelindung yang bertugas menjaga jarak antara kesadaran kita dengan memori pahit atau emosi negatif yang membuat gelisah. Dengan memusatkan perhatian pada tugas-tugas fisik atau pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi, otak berhasil mengalihkan fokus dari rasa sakit emosional yang sedang terjadi, sehingga kita tidak terus-menerus merasa terpuruk.








