berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Alasan di Balik Kebiasaan Menyibukkan Diri Saat Merasa Gelisah

Yolanda RumbayanDiterbitkan 8 Agu 2026 - 18.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Alasan di Balik Kebiasaan Menyibukkan Diri Saat Merasa Gelisah
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Apakah Anda pernah merasa bahwa semakin banyak masalah yang Anda hadapi, semakin padat pula jadwal harian yang Anda susun? Pertanyaan praktis ini sering kali muncul ketika seseorang menyadari bahwa mereka tiba-tiba menjadi sangat aktif setelah mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan. Banyak dari kita yang memilih untuk mengambil lembur di kantor, membersihkan seluruh sudut rumah, atau merencanakan berbagai kegiatan sosial tepat setelah mengalami kegagalan atau kekecewaan. Fenomena ini memicu pertanyaan penting bagi kehidupan sehari-hari kita: apakah kita benar-benar sedang menjadi produktif, atau kita hanya mencoba melarikan diri dari kenyataan yang menyakitkan?

Mengapa otak kita secara otomatis mencari pengalihan saat menghadapi situasi sulit?

Ketika kita memutuskan untuk menyibukkan diri secara berlebihan, otak kita sebenarnya sedang bekerja keras untuk melindungi diri dari tekanan psikologis. Otak dapat menciptakan apa yang disebut sebagai baju besi emosional. Mekanisme ini berfungsi sebagai pelindung yang bertugas menjaga jarak antara kesadaran kita dengan memori pahit atau emosi negatif yang membuat gelisah. Dengan memusatkan perhatian pada tugas-tugas fisik atau pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi, otak berhasil mengalihkan fokus dari rasa sakit emosional yang sedang terjadi, sehingga kita tidak terus-menerus merasa terpuruk.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Bagaimana cara kerja baju besi emosional ini dalam memengaruhi perasaan kita?

Baca Juga

Tragedi Iran Air 655, Kronologi Penembakan Pesawat Sipil oleh Militer AS

Tragedi Iran Air 655, Kronologi Penembakan Pesawat Sipil oleh Militer AS

Baju besi emosional ini bekerja dengan cara menyaring informasi dan memori yang masuk ke dalam fokus utama pikiran kita. Saat kita sibuk bekerja atau beraktivitas, kapasitas kognitif kita terserap sepenuhnya oleh aktivitas tersebut. Akibatnya, memori pahit atau perasaan cemas tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk muncul ke permukaan kesadaran. Jarak emosional yang tercipta ini memberikan rasa aman sementara bagi kondisi mental kita, seolah-olah masalah yang kita hadapi tidak benar-benar ada atau setidaknya tidak terlalu mendesak untuk diselesaikan pada saat itu juga.

Apakah menciptakan baju besi emosional ini merupakan solusi yang sehat?

Meskipun mekanisme pertahanan ini sangat membantu untuk bertahan dalam jangka pendek, terdapat batasan penting serta ketidakpastian yang perlu kita pahami secara bijak. Menggunakan kesibukan sebagai tameng emosional tidak serta-merta menghapus memori pahit atau emosi negatif tersebut dari sistem saraf kita. Batasan utama dari metode pertahanan ini adalah sifatnya yang hanya sementara. Ketika kesibukan mereda, misalnya saat kita hendak tidur di malam hari atau saat akhir pekan tiba tanpa aktivitas, baju besi tersebut cenderung melemah. Akibatnya, emosi negatif dan kegelisahan yang selama ini dihindari dapat kembali muncul dengan kekuatan yang sama atau bahkan lebih besar dari sebelumnya. Oleh karena itu, menyibukkan diri sebaiknya tidak dipandang sebagai jalan keluar akhir yang permanen, melainkan hanya sebagai jeda sementara sebelum kita benar-benar siap menghadapi masalah tersebut.

Bagaimana kita bisa membedakan antara kesibukan yang produktif dan kesibukan yang merupakan pelarian?

Baca Juga

Kisah Sudono Salim, Ritual Gunung Kawi, dan Ekspansi Bisnis Salim Group

Kisah Sudono Salim, Ritual Gunung Kawi, dan Ekspansi Bisnis Salim Group

Perbedaan utama terletak pada motivasi mendasar di balik aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Kesibukan yang produktif biasanya didorong oleh tujuan yang jelas, rencana yang matang, dan memberikan rasa kepuasan batin setelah menyelesaikannya. Sebaliknya, kesibukan yang berfungsi sebagai pelarian atau baju besi emosional sering kali terasa dipaksakan, melelahkan secara mental, dan disertai dengan rasa cemas yang samar jika kita berhenti sejenak. Jika Anda merasa sangat gelisah atau tidak nyaman saat tidak melakukan apa-apa bahkan hanya untuk beberapa menit saja, hal itu bisa menjadi indikasi kuat bahwa ada emosi negatif atau memori pahit yang sedang Anda coba hindari di balik tumpukan aktivitas tersebut.

Apa yang harus dilakukan ketika kita menyadari telah menggunakan kesibukan sebagai tameng?

Langkah awal yang paling bijak adalah mengakui keberadaan emosi negatif tersebut tanpa menghakimi diri sendiri. Kita tidak perlu langsung melepas seluruh baju besi emosional kita seketika jika merasa belum siap secara mental. Namun, kita bisa mulai memberikan ruang kecil setiap harinya, mungkin sekitar sepuluh hingga lima belas menit, untuk merasakan apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam diri kita. Mengurangi intensitas kesibukan secara bertahap dan membiarkan diri kita memproses memori pahit secara perlahan akan membantu otak untuk tidak lagi merasa perlu menciptakan dinding pertahanan yang begitu tebal. Menghadapi emosi negatif memang tidak mudah dan membutuhkan keberanian, namun hal itu merupakan proses yang sangat diperlukan untuk pemulihan emosional yang sesungguhnya di masa depan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kesehatan mentalpsikologigaya hidup

Berita Terbaru Lainnya

Tragedi Iran Air 655, Kronologi Penembakan Pesawat Sipil oleh Militer ASKisah Sudono Salim, Ritual Gunung Kawi, dan Ekspansi Bisnis Salim GroupPerjalanan Go Soe Loet Membangun Kapal Api dari Kopi Rumahan di SurabayaDulu Raja Sawit Dunia, Negara Ini Sekarang Belajar dari MalaysiaKronologi ABK Bakar KM Jemi Indah 08 di Perairan Aru Usai Dimarahi NakhodaDampak Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta dan Nasib Layanan PublikAlasan Pemadaman Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Membutuhkan Waktu LamaEkonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Saatnya Investasi atau Tahan Dulu?

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap