berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Ekonomi

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Saatnya Investasi atau Tahan Dulu?

Marthen TandirerungDiterbitkan 8 Agu 2026 - 17.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Saatnya Investasi atau Tahan Dulu?
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Perekonomian Indonesia menunjukkan performa positif pada kuartal II 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen. Angka pertumbuhan ini membawa angin segar bagi iklim usaha dalam negeri sekaligus memicu pertanyaan penting di kalangan masyarakat luas: apakah momen pertumbuhan ini merupakan saat yang tepat untuk mulai agresif menempatkan dana pada instrumen investasi, atau justru lebih bijak untuk menahan diri terlebih dahulu sambil mengamati situasi?

Meskipun angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen ini menggembirakan, para perencana keuangan mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan finansial yang berisiko tinggi. Perencana Keuangan Andi Nugroho menyarankan agar publik tidak langsung menjadikan pertumbuhan ekonomi yang positif ini sebagai pembenaran untuk meningkatkan porsi investasi pada aset-aset yang memiliki tingkat risiko tinggi. Menurut pandangan Andi, pendekatan yang paling tepat saat ini adalah melakukan langkah wait and see terlebih dahulu. Langkah ini penting untuk mengamati bagaimana stabilitas ekonomi nasional akan terbentuk dan bertahan dalam beberapa waktu ke depan.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Senada dengan hal itu, Dandy selaku Perencana Keuangan di Advisors Alliance Group Indonesia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026 memang layak untuk diapresiasi. Kendati demikian, pencapaian tersebut dinilai belum cukup kuat untuk dijadikan landasan bagi para investor untuk langsung melakukan investasi secara penuh atau all in di pasar keuangan. Menurut Dandy, ada beberapa faktor kunci yang masih harus dipantau secara ketat oleh para pelaku pasar. Faktor-faktor tersebut meliputi tingkat kepercayaan investor terhadap pemerintah, dinamika pergerakan nilai tukar rupiah, hingga perkembangan kondisi geopolitik global yang dapat memengaruhi stabilitas pasar domestik kapan saja.

Baca Juga

Jadwal Rebalancing Indeks MSCI Agustus 2026 dan Kebijakan Saham Indonesia

Jadwal Rebalancing Indeks MSCI Agustus 2026 dan Kebijakan Saham Indonesia

Meskipun ada imbauan untuk bersikap hati-hati, bukan berarti peluang investasi tertutup rapat. Dandy mengamati bahwa peluang justru mulai bermunculan di pasar saham Indonesia. Hal ini didasarkan pada valuasi sejumlah saham yang saat ini dinilai sudah relatif murah. Selain itu, pergerakan teknikal Indeks Harga Saham Gangguan (IHSG) juga mulai memperlihatkan sinyal-sinyal awal penguatan atau uptrend. Di sisi lain, instrumen obligasi pemerintah juga dinilai sangat menarik untuk dilirik saat ini. Dandy menjelaskan bahwa obligasi pemerintah menawarkan potensi keuntungan ganda atau double gains bagi para investor, terutama jika suku bunga acuan mulai mengalami penurunan. Keuntungan ganda tersebut berasal dari pembayaran kupon rutin yang stabil serta potensi kenaikan harga obligasi di pasar sekunder atau capital gain. Bagi para investor yang memiliki profil risiko lebih rendah atau mengutamakan keamanan modal, Dandy menyarankan untuk menempatkan dana pada instrumen reksadana pasar uang.

Bagi masyarakat yang ingin mulai menyusun portofolio investasi mereka di tengah kondisi saat ini, terdapat beberapa opsi alokasi aset yang bisa dipertimbangkan. Andi Nugroho mengidentifikasi bahwa Surat Berharga Negara (SBN) ritel, seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) maupun Sukuk Ritel, merupakan instrumen yang paling menarik untuk dimiliki hingga akhir tahun. Salah satu keunggulan instrumen SBN ritel ini adalah aksesibilitasnya yang tinggi bagi masyarakat luas, di mana ORI dan Sukuk Ritel saat ini sudah dapat dibeli dengan modal yang sangat terjangkau, mulai dari sekitar Rp1 juta saja.

Baca Juga

Danantara Pangkas 274 Entitas BUMN untuk Tingkatkan Efisiensi

Danantara Pangkas 274 Entitas BUMN untuk Tingkatkan Efisiensi

Untuk pembagian alokasi dana investasi, Andi Nugroho mengusulkan formula penempatan dana yang seimbang, yaitu membagi dana investasi dengan porsi 50 persen ditempatkan pada obligasi pemerintah dan 50 persen sisanya dialokasikan ke instrumen reksadana pendapatan tetap atau reksadana saham. Sebagai alternatif lain yang lebih defensif, investor juga dapat mempertimbangkan komposisi portofolio berupa 75 persen di obligasi pemerintah dan 25 persen di instrumen investasi lainnya.

Sementara itu, bagi investor yang tertarik untuk memanfaatkan peluang di pasar saham, Dandy rekomendasikan penggunaan metode dollar cost averaging. Melalui metode ini, pembelian saham dilakukan secara bertahap dan konsisten dalam periode tertentu guna meminimalkan dampak fluktuasi harga pasar. Dandy juga menekankan pentingnya memilih saham-saham dari emiten yang memiliki fundamental bisnis yang kuat serta prospek usaha yang cerah, seperti saham-saham yang terdaftar dalam indeks LQ45. Dengan menerapkan strategi investasi yang terencana dan disiplin, masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan potensi keuntungan dari pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga keamanan portofolio keuangan mereka dari risiko yang tidak terduga.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SBN RitelInvestasiPasar SahamObligasiPertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru Lainnya

Kronologi ABK Bakar KM Jemi Indah 08 di Perairan Aru Usai Dimarahi NakhodaDampak Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta dan Nasib Layanan PublikAlasan Pemadaman Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Membutuhkan Waktu LamaMenyusuri Stan Lexus di GIIAS 2026, Dari Sejarah Mesin Tenun hingga Visi Masa DepanPolytron G3 Dijual Mulai Rp 329,5 Juta Melalui Skema Battery as a ServiceJadwal Rebalancing Indeks MSCI Agustus 2026 dan Kebijakan Saham IndonesiaDanantara Pangkas 274 Entitas BUMN untuk Tingkatkan EfisiensiHarga Batu Bara Acuan (HBA) Periode Pertama Agustus 2026 Ditetapkan US$ 124,44 per Ton

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap