Polytron resmi memasarkan mobil listrik G3 dengan harga Rp 329,5 juta OTR Jakarta melalui skema Battery as a Service (BaaS). Langkah ini diambil untuk memberikan alternatif kepemilikan kendaraan listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Dengan memisahkan harga baterai dari harga beli kendaraan, konsumen tidak perlu membayar seluruh komponen mobil di awal, melainkan cukup membayar sewa baterai secara bulanan. Skema ini juga diharapkan mampu menjawab kekhawatiran masyarakat terkait mahalnya biaya penggantian baterai di masa mendatang.
Bagaimana sebenarnya cara kerja skema Battery as a Service (BaaS) dari Polytron?
Melalui skema BaaS, harga baterai tidak dimasukkan ke dalam harga pembelian awal mobil. Artinya, konsumen hanya membayar unit kendaraan saja saat pertama kali membeli. Untuk dapat menjalankan mobil tersebut, konsumen menyewa baterai melalui sistem langganan bulanan. Salah satu keuntungan utama dari skema ini adalah jaminan performa. Polytron menjamin performa dan kondisi baterai akan selalu terjaga selama masa langganan konsumen masih berstatus aktif. Jika terjadi penurunan performa baterai, konsumen tidak perlu menanggung biaya perbaikan atau penggantian baterai yang biasanya sangat mahal.








