berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Kisah Sudono Salim, Ritual Gunung Kawi, dan Ekspansi Bisnis Salim Group

Slamet PrabowoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 19.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah Sudono Salim, Ritual Gunung Kawi, dan Ekspansi Bisnis Salim Group
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Penerbangan menuju Hong Kong pada tahun 1975 menjadi saksi bisu awal mula lahirnya raksasa perbankan di Indonesia. Di atas awan dalam penerbangan tersebut, terjadi pertemuan tidak sengaja antara pendiri Salim Group, Sudono Salim (yang juga dikenal sebagai Liem Sioe Liong), dengan tokoh perbankan nasional, Mochtar Riady. Dalam percakapan yang terjadi selama penerbangan, Mochtar Riady mengungkapkan ambisi besarnya untuk membangun sebuah bank baru. Di sisi lain, Sudono Salim saat itu sedang berupaya mencari sosok profesional bertangan dingin yang dapat dipercaya untuk membenahi sekaligus mengelola tiga bank miliknya, yakni Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan Bank Central Asia (BCA).

Pertemuan yang tidak disengaja itu kemudian menghasilkan keputusan kerja sama yang berdampak besar bagi dunia keuangan tanah air. Di bawah pengelolaan profesional dari Mochtar Riady serta dukungan modal kuat dan jaringan luas yang dimiliki oleh Sudono Salim, BCA yang saat itu masih berskala kecil berhasil ditata ulang. Hasilnya, bank tersebut tumbuh dengan sangat pesat hingga menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Namun, keputusan strategis Sudono Salim untuk memercayakan pengelolaan banknya kepada Mochtar Riady ternyata tidak diambil secara asal-asalan atau hanya berdasarkan pertimbangan bisnis semata, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh petunjuk dari seorang peramal.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Kisah di balik keputusan spiritual ini tercatat dalam sejarah bisnis Indonesia. Berdasarkan buku berjudul "Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto" (2016) karya Richard Borsuk dan Nancy Chng, Sudono Salim mengambil keputusan tersebut setelah berkonsultasi dengan peramal di Gunung Kawi. Sekembalinya dari Gunung Kawi untuk menemui peramal tersebut, Salim menyatakan keyakinannya dengan berkata bahwa dirinya akan menjadi sosok "Tang Sheng" bagi Mochtar. Ungkapan ini merujuk pada keyakinan spiritualnya dalam mendukung perjalanan karier dan bisnis Mochtar Riady.

Baca Juga

Seskab Teddy Indra Wijaya Disambut Puisi dari Jalanan Menuju Harapan di Tangerang

Seskab Teddy Indra Wijaya Disambut Puisi dari Jalanan Menuju Harapan di Tangerang

Perjalanan ke Gunung Kawi sendiri merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Sudono Salim selama bertahun-tahun. Konglomerat pendiri Salim Group ini secara berkala menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Gunung Kawi yang memakan waktu sekitar tiga jam perjalanan darat. Tidak tanggung-tanggung, Salim rutin melakukan perjalanan ini hingga tiga sampai lima kali dalam setahun. Saat melakukan kunjungan tersebut, Sudono Salim biasanya memilih untuk berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa yang terletak di kawasan Gunung Kawi untuk mencari ketenangan dan petunjuk hidup.

Kebiasaan ini terus berlanjut setiap kali Salim dihadapkan pada keputusan-keputusan penting dalam bisnisnya. Setiap kali hendak memulai proyek bisnis baru yang berskala besar, Sudono Salim selalu meluangkan waktu untuk meminta petunjuk kepada peramal sekaligus menjalankan sejumlah ritual keagamaan. Salah satu metode ritual yang digunakannya adalah dengan menggoyang-goyangkan sebuah tabung bambu yang berisi lidi-lidi dengan tulisan tertentu. Proses penggoyangan tabung bambu ini dilakukan secara perlahan hingga ada sebatang lidi yang keluar atau terjatuh. Tulisan yang tertera pada lidi tersebut kemudian dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal setempat sebagai panduan bagi langkah bisnis Salim selanjutnya.

Kepercayaan Sudono Salim terhadap aspek non-teknis, seperti feng shui dan petunjuk spiritual, sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum ia bekerja sama dengan Mochtar Riady. Pada tahun 1968, ketika Salim bersama kelompok konglomerat yang dikenal sebagai Gang of Four bersiap untuk memulai sebuah usaha bersama, ia menunjukkan kepatuhan yang kuat pada prinsip feng shui. Kelompok Gang of Four ini sendiri beranggotakan tokoh-tokoh bisnis terkemuka, yaitu Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad.

Baca Juga

Strategi Indonesia Memperkuat Posisi Tawar di Pasar Karbon dan Perdagangan Kehutanan Global

Strategi Indonesia Memperkuat Posisi Tawar di Pasar Karbon dan Perdagangan Kehutanan Global

Saat merintis usaha bersama tersebut, rekan-rekan bisnisnya mungkin mengharapkan fasilitas kantor yang memadai. Namun, Sudono Salim justru bersikeras menggunakan sebuah ruangan kantor yang sangat sempit. Ruangan tersebut hanya dilengkapi dengan satu meja kerja, satu saluran telepon, dua buah kursi, dan sama sekali tidak menggunakan pendingin udara (AC). Alasan utama Salim memilih ruangan yang sangat sederhana dan terbatas tersebut adalah karena ia meyakini bahwa lokasi itu memiliki feng shui yang sangat baik untuk memulai bisnis baru mereka.

Keyakinan Salim terhadap feng shui ruangan tersebut pada akhirnya membawa dampak yang nyata bagi kelangsungan usaha mereka. Bisnis yang dijalankan bersama kelompok Gang of Four tersebut berkembang dengan sangat pesat di kemudian hari. Keberhasilan usaha awal ini kemudian menjadi fondasi yang sangat kokoh bagi ekspansi berbagai macam lini usaha Salim Group di masa depan. Melalui perpaduan antara kalkulasi bisnis yang matang, kerja sama dengan profesional yang tepat, serta kepatuhan terhadap petunjuk spiritual dan feng shui, Sudono Salim berhasil membawa kelompok usahanya menjadi salah satu konglomerasi terbesar dalam sejarah perekonomian Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sudono SalimGunung KawiMochtar RiadyBCAGang of FourSalim Group

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Indra Wijaya Disambut Puisi dari Jalanan Menuju Harapan di TangerangStrategi Indonesia Memperkuat Posisi Tawar di Pasar Karbon dan Perdagangan Kehutanan GlobalPembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Hampir Rampung, Simak Progres LengkapnyaKolaborasi Baznas RI dan KHCF Yordania untuk Kesehatan PalestinaTragedi Iran Air 655, Kronologi Penembakan Pesawat Sipil oleh Militer ASPerjalanan Go Soe Loet Membangun Kapal Api dari Kopi Rumahan di SurabayaDulu Raja Sawit Dunia, Negara Ini Sekarang Belajar dari MalaysiaAlasan di Balik Kebiasaan Menyibukkan Diri Saat Merasa Gelisah

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026