berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Tragedi Iran Air 655, Kronologi Penembakan Pesawat Sipil oleh Militer AS

Marthen TandirerungDiterbitkan 8 Agu 2026 - 19.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tragedi Iran Air 655, Kronologi Penembakan Pesawat Sipil oleh Militer AS
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Peristiwa tragis di wilayah udara Selat Hormuz pada tanggal 3 Juli 1988 tetap menjadi salah satu catatan paling kelam dalam sejarah penerbangan sipil dunia. Hari itu, keputusan cepat yang diambil di tengah ketegangan militer berakhir dengan jatuhnya pesawat komersial Iran Air Penerbangan 655. Sebanyak 290 orang di dalam pesawat Airbus A300 tersebut tewas seketika setelah dihantam rudal yang diluncurkan oleh kapal perang militer Amerika Serikat, USS Vincennes. Insiden ini memicu perdebatan sengit mengenai batas-batas pertahanan diri di zona konflik dan tanggung jawab internasional atas keselamatan warga sipil.

Ketegangan di Selat Hormuz kala itu tidak lepas dari latar belakang Perang Iran-Irak yang berlangsung sepanjang dekade 1980-an. Meskipun tidak terlibat secara resmi dalam perang tersebut, Amerika Serikat secara aktif memihak Irak. Dukungan negara adidaya ini diwujudkan melalui pasokan senjata, pemberian informasi intelijen, hingga penyiagaan sejumlah kapal perang di kawasan konflik untuk menjaga kepentingan mereka. Salah satu armada tempur milik militer Amerika Serikat yang ditugaskan di perairan bergejolak tersebut adalah kapal penjelajah USS Vincennes yang berada di bawah komando Kapten William C. Rogers III.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Pada pagi hari tanggal 3 Juli 1988, situasi di pusat kendali USS Vincennes mendadak tegang. Tepat pada pukul 10.17 waktu setempat, sebuah titik misterius muncul di radar kapal perang tersebut. Merespons potensi ancaman, Kapten Rogers segera menginstruksikan seluruh awak kapal untuk berada dalam posisi siaga. Sang kapten meyakini bahwa titik di radar tersebut merupakan jet tempur F-14 milik militer Iran. Keyakinan ini semakin menguat setelah beberapa detik kemudian radar menunjukkan objek tersebut bergerak dengan sangat cepat. Tanpa menyadari bahwa objek tersebut sebenarnya adalah pesawat penumpang berbadan lebar, perintah penyerangan pun dikeluarkan. Pada pukul 10.24, rudal-rudal dilepaskan dari USS Vincennes dan langsung mengenai sasaran dengan telak.

Baca Juga

Seskab Teddy Indra Wijaya Disambut Puisi dari Jalanan Menuju Harapan di Tangerang

Seskab Teddy Indra Wijaya Disambut Puisi dari Jalanan Menuju Harapan di Tangerang

Sesaat setelah ledakan terjadi, kepanikan luar biasa melanda menara pengawas lalu lintas udara (ATC) di Bandara Internasional Abbas. Petugas ATC kehilangan kontak secara tiba-tiba dengan pesawat Iran Air Penerbangan 655 yang tengah melayani rute perjalanan dari Teheran menuju Dubai. Di laut, kegembiraan awal awak USS Vincennes segera berubah menjadi kenyataan pahit setelah mereka menyadari bahwa target yang baru saja mereka hancurkan bukanlah jet tempur musuh, melainkan sebuah pesawat komersial yang mengangkut ratusan warga sipil. Laporan investigasi dari artikel majalah Newsweek berjudul "Sea of Lies" pada tahun 1993 kemudian mengungkapkan bahwa pesawat Airbus A300 tersebut sebenarnya terbang di koridor udara yang telah ditentukan sebelumnya, yang dikategorikan sebagai zona non-perang.

Respons awal dari pihak Amerika Serikat dipenuhi dengan penyangkalan terhadap tuduhan yang diarahkan kepada mereka. Kementerian Pertahanan Amerika Serikat pada mulanya secara tegas tidak menerima tuduhan bahwa militer mereka telah melakukan kesalahan fatal dalam menembak jatuh pesawat sipil tersebut. Namun, setelah penyelidikan internal dilakukan, mereka akhirnya meralat pernyataan awal mereka dan mengakui adanya kesalahan fatal dalam penembakan tersebut. Meskipun telah mengakui kelalaian tersebut secara terbuka, pihak Kementerian Pertahanan dan pemerintah Amerika Serikat tetap menolak untuk menyampaikan permohonan maaf resmi kepada pihak Iran.

Baca Juga

Strategi Indonesia Memperkuat Posisi Tawar di Pasar Karbon dan Perdagangan Kehutanan Global

Strategi Indonesia Memperkuat Posisi Tawar di Pasar Karbon dan Perdagangan Kehutanan Global

Dalam sebuah konferensi pers resmi di Pentagon, Laksamana William J. Crowe Jr. selaku Ketua Kepala Staf Gabungan menyatakan penyesalan mendalam dari pemerintah Amerika Serikat atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat saat itu, Ronald Reagan, secara terbuka membela tindakan yang diambil oleh kru USS Vincennes. Reagan menegaskan bahwa keputusan Kapten Rogers untuk melepaskan rudal adalah tindakan bela diri yang sah untuk melindungi kapal dan awaknya. Menurut klaim Reagan, kapten kapal telah berulang kali mencoba menghubungi pilot Iran Air Penerbangan 655 melalui frekuensi darurat, namun tidak pernah mendapatkan respons dari kokpit pesawat. Pemerintah Amerika Serikat juga berargumen bahwa tragedi kemanusiaan ini pada dasarnya merupakan konsekuensi langsung dari keputusan Iran yang tetap memilih untuk melanjutkan peperangan di kawasan tersebut.

Perselisihan panjang ini akhirnya dibawa ke ranah hukum internasional dan dinyatakan selesai di Mahkamah Internasional pada tahun 1992. Melalui kesepakatan hukum tersebut, Amerika Serikat diwajibkan untuk membayar uang ganti rugi sebesar US$ 61,8 juta kepada keluarga dari 290 korban yang tewas dalam tragedi tersebut. Namun, pembayaran kompensasi ini disertai dengan syarat hukum yang sangat kontroversial: dalam catatan resmi sejarah di Mahkamah Internasional, Amerika Serikat secara hukum tetap dinyatakan sebagai pihak yang tidak bersalah atas insiden penembakan tersebut. Penyelesaian ini menyisakan perdebatan moral yang panjang mengenai keadilan bagi para korban sipil di tengah pusaran konflik geopolitik global.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Selat HormuzIran Air 655USS VincennesSejarah Militer

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Indra Wijaya Disambut Puisi dari Jalanan Menuju Harapan di TangerangStrategi Indonesia Memperkuat Posisi Tawar di Pasar Karbon dan Perdagangan Kehutanan GlobalPembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Hampir Rampung, Simak Progres LengkapnyaKolaborasi Baznas RI dan KHCF Yordania untuk Kesehatan PalestinaKisah Sudono Salim, Ritual Gunung Kawi, dan Ekspansi Bisnis Salim GroupPerjalanan Go Soe Loet Membangun Kapal Api dari Kopi Rumahan di SurabayaDulu Raja Sawit Dunia, Negara Ini Sekarang Belajar dari MalaysiaAlasan di Balik Kebiasaan Menyibukkan Diri Saat Merasa Gelisah

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026