PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membeberkan rencana pembagian dividen kepada para pemegang saham dari perolehan hasil tahun buku 2026. Dalam keterangannya, emiten pengelola infrastruktur logistik dan rantai pasok energi bersandi AKRA tersebut memperkirakan rasio pembagian dividen yang akan dialokasikan bakal turun jika dibandingkan dengan pembagian pada tahun buku 2025.
Corporate Secretary & Head of Legal Division AKR Corporindo Arum Pawestri Handayani menyampaikan bahwa rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio untuk tahun buku 2026 direncanakan sebesar 30 persen dari laba bersih perseroan. Angka rasio tersebut mengalami penurunan apabila disandingkan dengan dividen tahun buku 2025 yang tercatat dapat mencapai hingga 80 persen.
Kebijakan Dividen dan Persetujuan RUPS
Arum menjelaskan bahwa penetapan rasio dividen tersebut sejalan dengan ketentuan kebijakan dividen yang telah ditetapkan oleh perseroan. Berdasarkan kebijakan tersebut, AKRA menetapkan rasio pembayaran dividen sekurang-kurangnya 30 persen dari laba bersih, asalkan perolehan laba bersih perseroan berhasil melampaui batas minimum senilai Rp50 miliar.
Ekosistem Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 T, Ranking 4 Dunia

Kendati perseroan telah mengutarakan kisi-kisi mengenai rasio pembagian, keputusan akhir terkait besaran dividen tetap akan mempertimbangkan sejumlah faktor fundamental. Langkah tersebut mencakup kebutuhan pendanaan internal serta evaluasi terhadap kondisi keuangan perseroan. Selain itu, realisasi pembagian dividen tetap harus memperoleh persetujuan resmi dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Kinerja Laba Bersih Semester I-2026
Rencana dividen perseroan ini ditopang oleh kinerja keuangan positif yang dibukukan AKRA sepanjang paruh pertama tahun ini. AKRA berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp1,43 triliun per semester I-2026.
6 Gunung Erupsi, Pemerintah Pantau Dampaknya ke Ekonomi dan Logistik

Pencapaian laba bersih pada semester pertama tahun 2026 tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 21,25 persen secara tahunan atau year-on-year. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni semester I-2025, perolehan laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp1,18 triliun.






