Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk lima jurnalis serta tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Acara doa bersama tersebut diselenggarakan di Namburan Lor Nomor 7, Kemantren Keraton, Kota Yogyakarta, pada Jumat (11/8).
Dalam kegiatan tersebut, para pewarta foto menyalakan lilin dan membentangkan poster berisi pesan harapan serta dukungan moril, di antaranya bertuliskan "Kami Menunggu Kalian Pulang" hingga "Mengetuk Pintu Langit". Aksi serupa sebagai bentuk solidaritas jurnalis juga dilaksanakan oleh pengurus PFI di kota lain, seperti Malang dan Surabaya.
Ketua PFI Yogyakarta, Andreas Fitri Atmoko, menyampaikan bahwa seluruh keluarga besar PFI Yogyakarta terus memanjatkan doa agar rekan-rekan mereka dan awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Pihaknya turut mengapresiasi upaya Tim SAR Gabungan, Basarnas, serta para relawan yang tanpa henti menyisir pulau-pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
RI Masuk 7 Negara Dunia yang Miliki Rencana Aksi Perikanan Skala Kecil

"Kami juga mendoakan Tim Basarnas, maupun relawan yang saat ini terus melakukan pencarian kepada rekan-rekan kami," ujar Andreas.
Adapun lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak tersebut meliputi M. Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta jurnalis freelance Donal. Sementara tiga awak kapal dan pemandu yang turut mendampingi pelayaran adalah nakhoda kapal Warta (55), anak buah kapal (ABK) Surakman (60), dan pemandu wisata Heriyanto (49).
Pneumonia Bisa Menular, Kenali Cara Penyebarannya dan Cara Melindungi Diri

Anggota PFI Yogyakarta, Dwi Oblo, mengenang kedekatannya dengan salah satu jurnalis yang hilang, Ari Basuki atau akrab disapa Arbas. Keduanya telah bersahabat selama 20 tahun dan pernah bersama-sama meliput peristiwa erupsi Gunung Merapi pada 2006 silam. Oblo mengungkapkan bahwa Arbas, yang sempat meraih penghargaan fotografi dua tahun lalu, dikenal sangat memprioritaskan prosedur keselamatan dan mitigasi risiko setiap kali meliput area bencana.
Peristiwa hilangnya rombongan peliput ini turut memicu refleksi mendalam di kalangan pekerja media. Anggota senior PFI Yogyakarta, Becky Subekhi, menuturkan adanya wacana untuk memasukkan aspek keselamatan peliputan ke dalam materi uji kompetensi jurnalis. Menurutnya, keselamatan jiwa jurnalis harus selalu ditempatkan di atas kepentingan dokumentasi sebuah peristiwa.






