Aktivitas mobilitas warga dan arus lalu lintas di sejumlah kawasan strategis Jakarta Pusat mendapatkan pengawalan ketat menyusul pengerahan 18.504 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa pada Kamis (27/8). Penyiagaan aparat skala besar ini disiapkan untuk melayani penyampaian pendapat di ruang publik sekaligus mencegah potensi gangguan ketertiban dan kemacetan jalan raya.
Pengamanan lapangan telah berlangsung sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan para pejabat utama dan perwira pengendali kepolisian. Aparat membagi pola pengamanan ke dalam enam zona utama di wilayah Jakarta Pusat.
Pembagian Zona dan Penjagaan Titik Rawan Kemacetan
Di lapangan, pimpinan Polres Metro Jakarta Pusat memimpin langsung pergerakan personel di Zona 1 yang mencakup kawasan Ring 1 Kompleks DPR/MPR RI, Senayan. Pada titik ini, Polda Metro Jaya memperkirakan jumlah massa aksi yang menyampaikan pendapat berkisar sekitar 500 orang.
Desil Belum Beres, Mungkinkah Pembatasan Pertalite Jalan Tahun Ini?

Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana ditugaskan mengendalikan pelayanan pengamanan di wilayah hukum Polsek Metro Gambir. Selain titik aksi utama, konsentrasi pengamanan turut difokuskan pada simpul lalu lintas penting seperti kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan area Dukuh Atas guna mengantisipasi mobilitas pergerakan massa serta meminimalkan penumpukan kendaraan.
Untuk menjaga kelancaran pengguna jalan umum, rekayasa lalu lintas dan pengalihan jalur disiapkan secara situasional. Langkah penutupan atau pengalihan ruas jalan hanya akan diterapkan apabila volume massa meningkat signifikan hingga menutup badan jalan.
5 Momen Prabowo Datangi Lokasi Gempa NTT

Larangan Senjata dan Situasi Arus Massa
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, pimpinan kepolisian menginstruksikan seluruh personel gabungan yang bertugas untuk mengedepankan pendekatan pelayanan. Personel yang diterjunkan dilarang keras membawa senjata api maupun senjata tajam saat mengawal jalannya aksi.
Dari pantauan wilayah penyangga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan tidak ada serikat buruh dari daerahnya yang bertolak menuju Jakarta untuk mengikuti demonstrasi pada hari ini. Menjelang aksi, seruan menjaga kedamaian dan ketertiban umum juga disampaikan oleh Tokoh Moderasi Beragama Nasional Profesor Zainal Abidin agar penyampaian aspirasi berlangsung aman tanpa mengganggu ketenteraman masyarakat.






