Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Indonesia hingga kini masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di dalam negeri. Salah satu komoditas yang masih banyak didatangkan dari luar negeri adalah daging sapi, dengan volume impor mencapai sekitar 1 juta ekor sapi per tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Zulhas itu saat menghadiri acara peluncuran buku berjudul Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul yang digelar di JCC Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (4/9).
Rincian Impor Beras hingga Gandum
Selain impor sapi, Zulhas juga membeberkan sejumlah data ketergantungan impor pada komoditas pangan pokok lainnya. Pada tahun 2024, Indonesia tercatat melakukan impor beras sebanyak 4,5 juta ton untuk mencukupi pasokan pangan nasional.
RI Dorong Pemakaian Mata Uang Lokal di BRICS buat Hadapi Ketidakpastian Global

Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri juga terjadi pada komoditas kedelai dan gula. Zulhas memaparkan bahwa impor kedelai Indonesia mencapai sekitar 4 juta ton, sedangkan impor komoditas gula berada pada rata-rata 6 juta ton.
Sementara itu, angka impor untuk komoditas gandum tercatat mencapai sekitar 13 juta ton. Zulhas menjelaskan bahwa tingginya impor gandum terjadi lantaran tanaman tersebut memang tidak dapat ditanam dan diproduksi di Indonesia.
Pertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU Sulsel Atasi Antrean BBM

Swasembada Pangan Jadi Kehormatan Bangsa
Menyoroti besarnya ketergantungan impor sejumlah komoditas pangan tersebut, Zulhas menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo terkait pentingnya mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, tidak ada negara yang dapat mencapai status negara maju tanpa memiliki kemampuan swasembada.
Zulhas mengutip pernyataan Presiden Prabowo bahwa swasembada pangan merupakan sebuah kehormatan. Kehormatan tersebut tidak hanya berlaku bagi Indonesia sebagai sebuah bangsa dan keluarga, melainkan juga bagi sekitar 150 juta masyarakat yang berprofesi sebagai petani, nelayan, dan peternak di tanah air.






