Tim SAR gabungan terus mengupayakan operasi pencarian terhadap para penumpang Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang sempat hilang kontak di perairan Laut Jawa. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa hingga Minggu (13/9/2026) pukul 14.56 WITA, sebanyak 130 orang masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.
Berdasarkan data manifes perjalanan, kapal tersebut memuat total 243 orang saat berlayar. Rincian muatan tersebut terdiri dari 213 orang penumpang dan 30 orang awak kapal. Dari upaya evakuasi yang telah dijalankan, sebanyak 107 korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan 6 korban lainnya ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Kronologi dan Dugaan Cuaca Buruk
I Putu Sudayana menjelaskan bahwa Kantor SAR Banjarmasin pertama kali menerima laporan mengenai insiden kecelakaan laut tersebut pada Minggu (13/9/2026) pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.
Detik-detik Purbaya Ditelepon Mensesneg di DPD Jelang Diganti Suahasil

Berdasarkan kronologi kejadian, KM Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.13 GMT dengan tujuan pelayaran menuju Banjarmasin. Di tengah perjalanan di wilayah Laut Jawa, kapal dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk hingga mengalami kemiringan (listing). Kapal tersebut kemudian hilang kontak pada Minggu sekitar pukul 02.00 WITA dini hari sebelum operasi pencarian diluncurkan.
Pengerahan 280 Personel Gabungan
Untuk menyisir perairan dan menemukan korban yang masih hilang, operasi pencarian dan pertolongan dilakukan dengan melibatkan 280 personel gabungan yang dikerahkan melalui unit laut maupun udara.
Hari Ke-8 Pemadaman Kebakaran TPA Galuga, Sisa Lahan Terbakar Kurang 1 Hektar

Unsur-unsur yang tergabung dalam tim SAR meliputi Basarnas, TNI AL, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Distrik Navigasi, Polairud, Pelindo, BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), Public Safety Center (PSC), potensi SAR masyarakat, serta para rescuer dan awak kapal SAR. Operasi penyisiran terus dimaksimalkan untuk mengevakuasi seluruh korban yang belum ditemukan.






