Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini kekeringan meteorologis untuk periode 11 sampai 20 September 2026. Dalam pemutakhiran data tersebut, BMKG membagi status ancaman kekeringan ke dalam tiga tingkatan, yaitu Waspada, Siaga, dan tingkat paling parah yakni Awas.
Peringatan ini mencakup sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. Secara umum, daerah yang masuk dalam kategori Waspada meliputi Sumatera Selatan, Lampung, dan Banten. Sementara itu, tingkat Siaga mencakup wilayah di Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Untuk tingkat Awas, wilayah yang terdampak membentang dari Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Kalimantan Barat.
Sebaran Wilayah Terdampak di Sumatera
Di wilayah Sumatera Selatan, sebaran ancaman kekeringan terbagi ke dalam tiga level kewaspadaan. Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Selatan berada dalam status Waspada. Sejumlah daerah lain berstatus Siaga, meliputi Kota Palembang, Prabumulih, Lahat, Musi Rawas, Lubuk Linggau, dan Empat Lawang. Sementara itu, daerah di Sumsel yang masuk status Awas adalah Banyuasin, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Muara Enim, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, serta Ogan Komering Ulu Timur.
Untuk Provinsi Lampung, status Siaga ditetapkan pada sebagian besar kawasan, di antaranya Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Utara, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah.
Gempa M6,2 Guncang Halmahera Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Di Kepulauan Bangka Belitung, status Awas terpantau merata di beberapa kabupaten utama, yaitu Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur.
Daftar Wilayah di Banten dan Jawa Barat
Provinsi Banten mencatat ancaman kekeringan tingkat Awas di sebagian besar wilayah perkotaan dan kabupaten, meliputi Kota Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Lebak, serta Pandeglang.
Di Jawa Barat, deretan wilayah berstatus Awas didominasi area penyangga ibu kota hingga pesisir utara dan selatan, yakni Bekasi, Kota Bekasi, Bogor, Ciamis, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Subang, Sukabumi, dan Sumedang.
DPD RI Apresiasi Kemensos Libatkan Masyarakat dalam Pemutakhiran Data

Puluhan Daerah di Jawa Tengah Masuk Status Awas
Jawa Tengah mencatat jumlah daerah berstatus Awas paling luas dalam periode dasarian ini. Wilayah berstatus Siaga di Jawa Tengah tercatat di Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.
Adapun daerah Jawa Tengah yang berada dalam kategori Awas meliputi: - Kota Tegal - Kota Magelang - Kota Surakarta - Kota Semarang - Cilacap - Brebes - Tegal - Banyumas - Purbalingga - Pemalang - Pekalongan - Banjarnegara - Kebumen - Wonosobo - Batang - Purworejo - Kendal - Magelang - Klaten - Boyolali - Demak - Jepara - Kudus - Grobogan - Blora - Rembang - Pati - Sragen - Karanganyar - Sukoharjo - Wonogiri
Informasi peringatan dini kekeringan meteorologis dari BMKG ini berlaku sebagai rujukan pemantauan potensi penurunan ketersediaan air tanah dan dampak kekeringan di daerah terkait selama pertengahan September 2026.






