Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara mengenai fenomena antrean panjang kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bahlil menegaskan bahwa situasi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan, melainkan karena pergeseran pola konsumsi serta adanya indikasi penimbunan BBM bersubsidi.
Bahlil memastikan stok BBM secara nasional berada dalam posisi aman dan terjaga di atas standar minimum operasional, yakni 20 hari. Dengan demikian, ketersediaan bahan bakar di tingkat hulu maupun rantai distribusi dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan aparat kepolisian setempat, pemerintah menemukan bahwa antrean panjang dipicu oleh beralihnya konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Selain itu, ditemukan pula praktik modifikasi tangki kendaraan untuk menampung BBM dalam jumlah besar secara tidak wajar.
Menhub Minta Maaf Saat Jenguk Korban KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin

Sejumlah mobil hingga truk terpantau memodifikasi kapasitas tangki hingga mampu menampung 700 liter hingga satu ton BBM untuk sekali pengisian. Di samping itu, Bahlil menyoroti adanya indikasi antrean yang sengaja dibuat, di mana kendaraan mengantre berulang kali meski tangkinya belum kosong dan hanya membeli dalam volume 10 hingga 20 liter.
Penanganan dan Pemulihan Distribusi di SPBU
Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga mencatat situasi antrean BBM subsidi di Kota Makassar kini mulai berangsur normal. Dari total 45 SPBU yang melayani wilayah Makassar, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80 persen di antaranya telah menunjukkan kondisi antrean yang jauh lebih kondusif.
2.447 Satuan Pendidikan Terdampak Bencana Flores, 1.960 Masih Belajar Darurat

Sebagai langkah percepatan distribusi dan penguraian antrean, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam penuh serta menambah jumlah operator dan lajur pelayanan BBM subsidi. Titik penyaluran tambahan juga disiapkan lewat pengoperasian SPBU Modular di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).
Untuk menjaga ketertiban penyaluran di lapangan, sistem pembatasan pelat nomor ganjil-genap tetap diberlakukan sesuai ketentuan. Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, menyampaikan bahwa rentetan langkah taktis ini berhasil memangkas waktu tunggu pengisian BBM bagi masyarakat di SPBU.






