Pelaku usaha di sektor perawatan diri dan perlengkapan rumah tangga kini dihadapkan pada pentingnya ketelitian dalam menentukan rekanan manufaktur. Jika sebelumnya skema kerja sama industri manufaktur kerap terbatas pada produksi dasar atau contract manufacturing, kini model layanan original equipment manufacturer (OEM) telah bertransformasi mencakup pengembangan rantai pasok secara terintegrasi, mulai dari tahap konseptualisasi ide hingga produk siap diedarkan ke pasar.
PT Mitrapak Eramandiri membagikan sejumlah tolok ukur krusial yang perlu diperhatikan pemilik jenama saat menentukan mitra maklon atau OEM yang tepat. Kesiapan fasilitas teknis dan keandalan riset menjadi pondasi utama. Saat ini, Mitrapak Eramandiri mengoperasikan fasilitas produksi di Cikarang dan Surabaya yang dilengkapi dengan laboratorium riset, fasilitas quality control, area produksi multi-formulasi, serta instalasi pengolahan limbah.
Dari sisi pengembangan formula, tim riset dan pengembangan (R&D) perusahaan memfasilitasi formulasi untuk berbagai segmen produk, mencakup hair care, body care, baby care, face care, hingga produk home care atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT).
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.534, Sektor Kesehatan Pimpin Penurunan

Faktor penentu berikutnya menyangkut standardisasi mutu dan kepatuhan regulasi resmi. Direktur Operasional PT Mitrapak Eramandiri Surabaya, Firman, menegaskan pentingnya pemenuhan legalitas operasional dan audit mutu. Perusahaan telah mengantongi sertifikasi Good Manufacturing Practices (GMP) dari BPOM RI, ISO 22716:2007 untuk GMP kosmetik, ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu, serta Sistem Jaminan Produk Halal.
Selain aspek teknis dan legalitas, kepatuhan etika rantai pasok kini menjadi pertimbangan penting bagi keberlanjutan jenama. Mitrapak Eramandiri telah mengantongi sertifikasi SEDEX-SMETA dan URSA untuk kategori Responsible Sourcing guna memastikan operasional berjalan sesuai etika sosial dan ketenagakerjaan.
Pertagas Raih Penghargaan Tertinggi TOP GRC Awards 2026

Direktur PT Mitrapak Eramandiri, Elizabeth, menyampaikan bahwa komitmen keberlanjutan perusahaan tidak berhenti pada penerapan standar Responsible Sourcing, melainkan turut diwujudkan melalui aksi sosial. Langkah tersebut diimplementasikan lewat program tanggung jawab sosial (CSR), seperti penyaluran bantuan bagi korban bencana gempa Cianjur dan banjir Cikarang, pembagian hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha, hingga apresiasi bagi petugas kebersihan di kawasan industri Jababeka.






