PT Pertamina Gas (Pertagas) berhasil meraih predikat Bintang Lima atau kategori Sangat Ekselen dalam ajang TOP GRC Awards 2026. Capaian ini merupakan penghargaan tertinggi dalam ajang tahunan tersebut sekaligus bentuk apresiasi atas konsistensi Pertagas dalam menerapkan prinsip Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) guna menopang pengelolaan infrastruktur energi nasional yang andal, efisien, inovatif, dan berkelanjutan.
Penghargaan diserahkan dalam acara penganugerahan di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, pada Rabu (9/9). Kehadiran Pertagas diwakili oleh Direktur Manajemen Risiko Muhammad Suryadi bersama Komisaris Pertamina Gas Hanny Joost Pajouw. Pada kesempatan yang sama, Muhammad Suryadi juga memperoleh penghargaan individual bertajuk The High Performing Compliance Director on GRC 2026 atas kepemimpinannya dalam memperkuat sistem kepatuhan dan manajemen risiko di internal perseroan.
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.534, Sektor Kesehatan Pimpin Penurunan

Pertagas meraih penghargaan ini setelah melalui rangkaian evaluasi bersaing dengan lebih dari 900 perusahaan dari berbagai sektor di Indonesia. Proses penilaian berlangsung independen dengan melibatkan jajaran profesional, asosiasi industri, dan kalangan akademisi. Parameter penilaian mencakup tata kelola perusahaan, manajemen risiko, kepatuhan, kinerja bisnis, hingga pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.
Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina yang mengelola infrastruktur transmisi, distribusi, dan pengolahan gas bumi, Pertagas mengintegrasikan GRC ke dalam proses bisnis serta alur pengambilan keputusan melalui pendekatan beyond compliance. Langkah ini difokuskan untuk menciptakan dan melindungi nilai perusahaan dalam jangka panjang.
BSI (BRIS) Siapkan 2.000 Aset Lelang dengan Harga Kompetitif

Sepanjang 2025, pengelolaan risiko Pertagas diwujudkan lewat pemantauan 159 All Risk Pertagas Group, penerbitan 12 laporan Top Risk & ERMS, 48 priority project monitoring reports, 30 Risk Registers, 26 On Going Business Risk Registers, serta penyusunan 13 risk point-of-view studies untuk kerja sama bisnis. Penguatan fondasi ini turut didukung kompetensi sumber daya manusia melalui 29 sertifikasi Certified Risk Professional (CRP) yang diselesaikan oleh unsur Komisaris, Direksi, komite, Vice President, hingga Manager.






