Forbes Real-Time Billionaires mencatat empat ahli waris mendiang Michael Bambang Hartono resmi masuk ke jajaran orang terkaya di Indonesia berkat pembagian warisan saham bernilai puluhan triliun rupiah. Posisi kekayaan keempat bersaudara ini langsung melesat, melampaui sejumlah taipan senior seperti pendiri Wilmar International Martua Sitorus dan pendiri Grup Lippo Mochtar Riady.
Berdasarkan pembaruan data per Senin (14/9/2026), masing-masing dari empat ahli waris tersebut mengantongi kekayaan bersih sekitar US$3,9 miliar atau setara Rp68,83 triliun (mengacu pada kurs Rp17.650 per dolar AS). Jumlah tersebut sempat berada di angka US$4,1 miliar pada awal September 2026 sebelum terkoreksi tipis akibat fluktuasi harian harga saham di pasar modal.
Pembagian Saham Pengendali BBCA
Lonjakan kekayaan keempat sosok tersebut bersumber dari pembagian aset mendiang Michael Bambang Hartono yang wafat pada Maret 2026 di usia 86 tahun. Semasa hidupnya, Michael bersama adiknya, Robert Budi Hartono, membesarkan Grup Djarum serta menguasai kepemilikan mayoritas di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pascakrisis keuangan Asia 1997–1998 ketika kendali bank tersebut lepas dari keluarga Salim.
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.534, Sektor Kesehatan Pimpin Penurunan

Sebanyak 49% kepemilikan saham Michael di PT Dwimuria Investama Andalan (DIA), entitas induk sekaligus pemegang saham pengendali terakhir BBCA, dibagikan secara merata kepada keempat anaknya. Melalui pembagian tersebut, setiap ahli waris mengantongi porsi saham BBCA dengan nilai setidaknya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,38 triliun (berdasarkan kurs Rp17.879 per dolar AS).
Profil Singkat 4 Pewaris Djarum
Empat anak Michael Hartono yang kini tercatat dalam daftar miliarder dunia adalah Roberto Setiabudi Hartono, Stefanus Wijaya Hartono, Tessa Natalia Hartono, dan Vanessa Ratnasari Hartono. Keempatnya berstatus Warga Negara Indonesia dengan portofolio kekayaan utama di sektor perbankan dan industri tembakau.
Dalam struktur operasional grup, Roberto Setiabudi Hartono menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Hartono Istana Teknologi, induk usaha Polytron yang mulai memproduksi kendaraan listrik sejak 2025. Stefanus Wijaya Hartono dan Tessa Natalia Hartono sama-sama mengemban amanat sebagai komisaris di Djarum, sementara Vanessa Ratnasari Hartono melengkapi daftar penerima warisan strategis tersebut.
Pertagas Raih Penghargaan Tertinggi TOP GRC Awards 2026

Dengan kepemilikan masing-masing US$3,9 miliar, pundi-pundi keempat pewaris ini melampaui Martua Sitorus, mitra bisnis Kuok Khoon Hong di Wilmar International, yang pada 2024 mencatatkan kekayaan US$3,4 miliar di posisi ke-12 versi Forbes. Peringkat mereka juga berada di atas Mochtar Riady, pendiri Grup Lippo yang mengelola lini bisnis perbankan, properti, hingga rumah sakit.
Secara menyeluruh, keluarga Hartono tetap mempertahankan posisi sebagai keluarga terkaya di Indonesia dengan total estimasi kekayaan gabungan mencapai US$43,8 miliar pada akhir 2025, mencakup gurita bisnis dari rokok, perbankan, properti, hingga perdagangan elektronik.






