Komisi V DPR RI mendesak Kementerian Perhubungan segera memberlakukan kebijakan darurat menyusul insiden terbaliknya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9). Peristiwa yang menimpa kapal rute Surabaya鈥揃anjarmasin tersebut dinilai menjadi puncak darurat keselamatan transportasi perairan nasional.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda meminta Kemenhub tidak lagi sekadar mengeluarkan teguran administratif atau melakukan inspeksi reaktif setelah kejadian. Pihaknya menyoroti rentetan kecelakaan kapal penumpang dalam beberapa waktu terakhir, seperti yang menimpa KMP Mutiara Sentosa II, KM Prince Soya, KMP Putri Yasmin, dan KM Nurul Salsa.
Untuk membenahi sistem keselamatan pelayaran, Huda mengajukan tiga tuntutan utama. Pertama, pemerintah diminta menyetop sementara operasional kapal yang tidak memenuhi standar kelayakan dan keselamatan. Kedua, mencabut izin operasi secara permanen bagi perusahaan pelayaran yang terbukti melanggar kapasitas muatan (overload) maupun memalsukan manifes penumpang. Ketiga, mengintegrasikan sistem perizinan berlayar dengan data kependudukan secara langsung guna memastikan keabsahan data penumpang.
Kasus Keracunan MBG di Karo Naik Penyidikan, Kejari Terima SPDP Polisi

Komisi V DPR RI juga berencana memanggil Kementerian Perhubungan, Otoritas Pelabuhan (Syahbandar), serta pihak operator kapal untuk meminta pertanggungjawaban menyeluruh atas insiden ini.
KMP Virgo Transport 8 diketahui bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9) membawa 243 orang, yang terdiri dari 213 penumpang dan 30 awak. Nahkoda sempat melaporkan cuaca buruk sekitar tengah malam, disusul laporan posisi kapal miring pada pukul 02.00 Wita, sebelum akhirnya hilang kontak.
PLN Siapkan Pengamanan Listrik Berlapis di MotoGP Mandalika 2026

Operasi penyelamatan gabungan masih terus berlangsung. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 15 armada laut dan udara ke lokasi. Di darat, posko pemantauan dan ruang kesehatan disiagakan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Kalimantan, serta posko pencarian bagi keluarga korban di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Sebanyak 69 korban yang dievakuasi dari perairan Masalembo mendapat penanganan medis darurat. RSUD Ulin Banjarmasin telah menyiagakan 13 dokter bedah beserta tim forensik untuk menangani para korban, sementara Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR memastikan jajarannya siap memberikan penanganan lanjutan.






