Kisah Leni Ubah Kondisi Danau Sipin Bersama Holding Ultra Mikro bermula dari pergeseran jalan hidup seorang atlet. Leni yang dulunya mengharumkan nama daerah di cabang olahraga dayung kini mendedikasikan kesehariannya untuk membersihkan dan mengolah sampah di kawasan perairan Danau Sipin, Jambi, melalui Bank Sampah Dayung Habibah.
Perjalanan Leni berakar dari ajang pencarian bakat atlet muda di Jambi tempat ia keluar sebagai pemenang. Prestasi tersebut membawanya menjalani pemusatan latihan di Jakarta guna mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan bergengsi, termasuk SEA Games. Namun, karier olahraganya harus terhenti ketika sang buah hati didiagnosis mengidap kondisi kulit langka. Leni memutuskan melepaskan status atletnya, lalu menerima tawaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk menjadi pelatih dayung di Jambi demi merawat anaknya.
Kondisi lingkungan Danau Sipin mendorong Leni mendirikan Bank Sampah Dayung Habibah. Nama unit usaha ini diambil dari perpaduan kecintaannya terhadap olahraga dayung dan nama putrinya, Habibah. Langkah tersebut bertujuan menjaga kebersihan danau sekaligus membuka ruang usaha baru bagi warga sekitar.
Peran Pembiayaan PNM Mekaar
Titik balik pengembangan unit pengolahan sampah tersebut terjadi pada 2018. Leni mulai mengakses program pembiayaan dan pemberdayaan Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Skema pinjaman ultra mikro tanpa agunan yang ditujukan bagi perempuan pelaku usaha kecil ini menjadi modal penggerak awal.
Pertamina Tambah Kapal Pasok BBM ke Makassar, Bawa 16 Ribu KL

Dengan permodalan awal sebesar Rp2,5 juta, Leni merintis operasional pengolahan limbah secara terstruktur. Seiring waktu, pinjaman tersebut berkembang bertahap hingga mencapai Rp10 juta. Saat ini, usaha pengelolaan sampah Dayung Habibah telah memiliki empat orang karyawan tetap.
Inisiatif ini juga memberdayakan kaum perempuan di lingkungan sekitar. Sebanyak 15 perempuan mulanya bergabung dan mengikuti pembekalan intensif sebelum pencairan dana pembiayaan, membentuk kelompok yang turut menggerakkan roda perekonomian Danau Sipin. Berkat dedikasi menjaga kelestarian lingkungan dan dampak sosial yang dihadirkan, Leni diganjar penghargaan Kalpataru.
Pemanfaatan Ekosistem Holding Ultra Mikro
Selain mengelola bank sampah, Leni memperluas perannya dengan menjadi agen BRILink Mekaar. Langkah ini memberikan saluran pendapatan tambahan baginya serta mempermudah transaksi keuangan warga sekitar tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota untuk membayar tagihan listrik atau biaya sekolah.
Gunung Es di Balik Kebakaran Hutan di Indonesia, Menelusuri Akar Masalah di Lapangan

Untuk menjamin perencanaan keuangan keluarga, Leni juga memanfaatkan instrumen investasi melalui Tabungan Emas dari PT Pegadaian (Persero) yang kini dapat diakses serta dipantau secara digital.
Keberhasilan Leni mencerminkan integrasi tiga entitas dalam Holding Ultra Mikro (UMi) yang dibentuk pada 13 September lima tahun lalu melalui sinergi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Group CEO BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa capaian pada lima tahun pertama Holding UMi menjadi fondasi kokoh untuk melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya. Sementara itu, Direktur Utama PNM Kindaris menyampaikan bahwa pembentukan holding ini memetik banyak pelajaran berharga sepanjang perjalanannya dalam mendampingi para pelaku usaha ultra mikro di berbagai daerah.






