PT Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, di tengah lonjakan permintaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Untuk memastikan ketersediaan pasokan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Pertamina menambah satu kapal pengangkut BBM berkapasitas sekitar 16 ribu kiloliter (KL) yang dijadwalkan bersandar guna mendukung penyaluran ke masyarakat.
Stok BBM di terminal penerimaan terus diperbarui secara berkala setiap satu hingga tiga hari, menyesuaikan jadwal kedatangan kapal pasokan dan koordinasi berkelanjutan bersama kantor pusat. Langkah penambahan armada pengangkut ini diambil menyusul peningkatan konsumsi yang signifikan di lapangan.
Berdasarkan data Pertamina, kebutuhan normal BBM di Kota Makassar berada di atas 700 kiloliter per hari. Namun, penyaluran telah dinaikkan secara bertahap melebihi angka kebutuhan harian rata-rata, yakni mencapai sekitar 1.200 kiloliter pada 11 September, sekitar 1.000 kiloliter pada 12 September, dan kembali naik menjadi 1.300 kiloliter per hari pada 14 September. Tingginya laju penyerapan di tingkat konsumen membuat stok BBM di SPBU lebih cepat habis sehingga memicu antrean kendaraan di sejumlah titik.
Kemenhub Sebut KM Virgo Penuhi Standar Kelayakan dan Keselamatan

Perwakilan Pertamina, Deny Sukendar, membantah kabar yang menyebutkan adanya pemotongan kuota atau jatah penyaluran harian ke SPBU, seperti isu penurunan jatah dari 16 kiloliter menjadi 8 atau 6 kiloliter. Pertamina menegaskan bahwa penyaluran diatur berdasarkan manajemen distribusi, yang mempertimbangkan kebutuhan riil, kondisi stok, jalur logistik, dan tingkat penjualan di tiap-tiap SPBU.
Selain penyesuaian volume penyaluran, Pertamina bersama pihak kepolisian tengah mendalami indikasi pergerakan konsumen dari luar wilayah Kota Makassar yang turut membeli BBM di kawasan perbatasan kota.
Kena Pungli Saat Terima Bansos Beras? Warga Diminta Lapor ke Sini

Di samping pasokan BBM, Pertamina memastikan pasokan elpiji bersubsidi untuk wilayah Makassar dan sekitarnya tetap berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok LPG didukung oleh skema penyaluran tambahan (extra supply atau extra dropping) sebesar 30 hingga 50 persen di luar alokasi reguler harian.






