Sebanyak sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi berada dalam status siaga darurat krisis air bersih. Ancaman kekeringan ini kian menguat seiring meluasnya dampak musim kemarau di berbagai wilayah pulau Lombok dan Sumbawa.
Dari sembilan daerah yang menetapkan status siaga tersebut, tiga kabupaten di antaranya telah menaikkan status menjadi tanggap darurat akibat tingkat keparahan krisis yang kian meluas. Pemetaan terkini menunjukkan hampir seluruh Pulau Lombok, kecuali sebagian kecil wilayah Lombok Tengah, serta sebagian besar Pulau Sumbawa bagian barat dan timur kini berada di zona merah rencana aksi kekeringan.
Kemenhub Sebut KM Virgo Penuhi Standar Kelayakan dan Keselamatan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa anomali iklim yang terjadi dipicu oleh fenomena El Nino berkategori sangat kuat, dengan angka indeks mencapai 2,74 derajat Celcius. Kondisi atmosfer ini mengakibatkan Hari Tanpa Hujan (HTH) berlangsung semakin panjang di seluruh wilayah NTB, memicu susutnya cadangan air baku secara signifikan.
Penampakan Kebakaran Hutan Merambat ke Kota, Dekati Pemukiman Warga di Quito

Krisis air bersih tersebut mulai memukul sejumlah sektor strategis, termasuk industri pariwisata daerah. Di Gili Trawangan, terhentinya pasokan air bersih sempat mengakibatkan sekitar 300 wisatawan dilaporkan memilih untuk melakukan proses check out lebih awal dari penginapan.






