Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa kondisi kelaiklautan dan standar keselamatan kapal KM Virgo telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Penilaian tersebut mengacu pada hasil evaluasi teknis dari Kemenhub serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Direktur Jenderal Hubla Kemenhub Muhammad Masyhud menegaskan bahwa armada tersebut telah melalui pengujian kelayakan operasional sesuai regulasi yang ditetapkan regulator maupun badan klasifikasi.
"Sesuai prosedur dan standar, baik dari BKI maupun Kemenhub," ujar Masyhud pada Senin (14/9).
BKI sendiri bertindak sebagai pihak pemeriksa kelaikan teknis kapal guna memastikan setiap armada transportasi laut memenuhi standar keselamatan dan kualifikasi teknis sebelum berlayar.
PLN Siapkan Pengamanan Listrik Berlapis di MotoGP Mandalika 2026

Sorotan Fasilitas Keselamatan dan Riwayat Armada
Pernyataan resmi regulator ini mengemuka di tengah beredarnya kesaksian seorang mantan penumpang KM Virgo di media sosial. Penumpang yang mengaku menaiki kapal tersebut sepekan sebelumnya mengungkapkan bahwa dua lemari penyimpanan pelampung sempat ditemukan dalam keadaan kosong.
Selain itu, ia menyoroti ketersediaan sekoci yang disebut hanya berjumlah dua unit dengan kapasitas tampung masing-masing 20 orang. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan muatan kapal yang saat itu diestimasikan membawa sekitar 114 anak buah kapal (ABK) serta 240 penumpang. Pengakuan lain yang diperoleh dari perbincangan dengan ABK menyebutkan bahwa kapal bekas asal Jepang tersebut baru beroperasi selama dua bulan di rute pelayaran Indonesia.
Perkembangan Evakuasi di Laut Jawa
KM Virgo Transport 8 sebelumnya mengalami musibah terbalik di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tengah menempuh rute pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dengan mengangkut total 243 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal.
Kisah Leni Ubah Kondisi Danau Sipin Bersama Holding Ultra Mikro

Berdasarkan data konfirmasi dari Basarnas, tim SAR gabungan telah menemukan 114 korban dari total manifes kapal. Rinciannya mencakup 108 korban selamat dan enam korban meninggal dunia. Sebanyak 129 orang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.
Dari total korban yang berhasil dievakuasi, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, dengan rincian 85 orang dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal dunia.






