berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

Gunung Es di Balik Kebakaran Hutan di Indonesia, Menelusuri Akar Masalah di Lapangan

Usat BalangDiterbitkan 14 Sep 2026 - 13.48 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gunung Es di Balik Kebakaran Hutan di Indonesia, Menelusuri Akar Masalah di Lapangan
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Pemantauan titik panas berbasis satelit oleh Kementerian Kehutanan sering kali hanya merekam permukaan dari persoalan kebakaran hutan dan lahan. Di balik kepulan asap yang terdeteksi, terdapat rangkaian dinamika sosial, ekonomi, dan tata kelola di tingkat tapak yang menjadi persoalan mendasar di sekitar kawasan hutan Indonesia.

Praktik pembakaran di lapangan salah satunya dipicu oleh motif perburuan liar. Sejumlah pihak sengaja membakar area semak belukar di dekat sumber air agar tunas rumput muda tumbuh kembali, memancing satwa liar berkumpul sehingga lebih mudah diburu. Dalam berbagai kasus perburuan maupun pembalakan liar, pemodal luar yang memiliki peralatan lengkap kerap memanfaatkan warga setempat sebagai penunjuk jalan dengan imbalan upah.

Baca Juga

9 Kabupaten dan Kota di NTB Siaga Darurat Kekeringan akibat El Nino

9 Kabupaten dan Kota di NTB Siaga Darurat Kekeringan akibat El Nino

Situasi tersebut berdampak langsung pada kelestarian habitat dan keselamatan ruang hidup masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung, misalnya, merupakan benteng pertahanan bagi lima satwa kunci yang terancam punah, yaitu gajah Sumatra, harimau Sumatra, tapir, beruang madu, serta satu-satunya lokasi penangkaran badak Sumatra in situ di dunia. Ketika habitat terganggu, intensitas Konflik Gajah-Manusia (HEC) meningkat.

Ketiadaan mekanisme ganti rugi formal dari negara atas kerusakan lahan pertanian akibat gajah liar membuat warga desa penyangga, seperti di Dusun Margahayu (Labuhan Ratu VII), mengandalkan hewan ternak sebagai tabungan darurat keluarga. Tekanan ini mendorong petani bergantung pada monokultur singkong karena dinilai paling tahan terhadap gangguan satwa. Namun, komoditas ini menguras unsur hara tanah dalam jangka panjang serta rentan terhadap penetapan harga sepihak oleh korporasi, serupa dengan keterikatan petani pada tengkulak padi di Braja Asri.

Baca Juga

Kemenhub Sebut KM Virgo Penuhi Standar Kelayakan dan Keselamatan

Kemenhub Sebut KM Virgo Penuhi Standar Kelayakan dan Keselamatan

Menjawab persoalan tersebut, Kelompok Tani Hutan (KTH) di Labuhan Ratu VII berinisiatif mengembangkan sistem agroforestri tiga strata dengan mengombinasikan tanaman cabai dan tomat, kakao dan alpukat, serta sengon. Kendati demikian, penerapannya terganjal ketiadaan infrastruktur air untuk penyiraman harian. Penguatan di tingkat tapak juga membutuhkan kejelasan hukum, mengingat mandat Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam masih jarang diterjemahkan menjadi keputusan resmi yang menetapkan status legal, hak, serta kewajiban desa penyangga secara terukur.

Sumber: Kumparan

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kebakaran hutanKonservasi LingkunganKementerian Kehutanan

Berita Terbaru Lainnya

9 Kabupaten dan Kota di NTB Siaga Darurat Kekeringan akibat El NinoKemenhub Sebut KM Virgo Penuhi Standar Kelayakan dan KeselamatanKena Pungli Saat Terima Bansos Beras? Warga Diminta Lapor ke SiniPurbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan TriliunSesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!Dunia Masuk Era 'Higher for Longer', Bos BI Waspadai Arus Modal KeluarHarga Minyak Dunia Tembus US$107 usai Arab Saudi Diserang HouthiTangerang 10K Meriah, The Ultimate10K Series Berlanjut ke Semarang

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap