Masyarakat memadati gelaran Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Banten, demi berburu hunian idaman dengan skema pembiayaan khusus, termasuk tawaran tenor cicilan hingga 40 tahun. Pameran yang diselenggarakan Danantara Indonesia ini menjadi magnet bagi para pencari rumah pertama hingga segmen menengah ke atas.
Dalam pameran yang berlangsung selama empat hari sejak Kamis (27/8) hingga Minggu (30/8) ini, Danantara Indonesia bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyuguhkan serangkaian kemudahan pembiayaan. Promo yang disiapkan meliputi uang muka (down payment) mulai dari 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen per tahun, serta masa tenor pinjaman yang fleksibel hingga 40 tahun.
Pada hari pembukaan, sebanyak 200 calon pemilik rumah langsung melakukan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) massal yang difasilitasi oleh Himbara dan pihak pengembang. Mayoritas unit yang diakadkan dalam seremoni tersebut mencatatkan harga rata-rata sekitar Rp166 juta dan didukung oleh skema suku bunga tetap 5 persen hingga masa pinjaman lunas.
Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan lebih dari 360.000 unit properti yang digarap oleh lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta. Rentang harga yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari banderol terendah di kisaran Rp120 juta hingga kategori hunian premium seharga Rp2 miliar sampai Rp3 miliar.
Di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, pameran ini membagi pilihan properti ke dalam tiga zona tematik, yakni first home, family home, dan premium living yang mencakup rumah tapak hingga apartemen.
Pertamina Buka Suara soal Pembatasan Pertalite di Luwu Utara

Sebanyak 12 pengembang BUMN turut ambil bagian dengan membawa portofolio lebih dari 16.000 unit dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi, dengan nilai total inventori mencapai Rp9,79 triliun. Pasokan dari BUMN ini terbagi ke dalam 6.611 unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan 9.948 unit untuk kategori non-MBR.






