Akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Langkat dan Kabupaten Karo, Sumatra Utara, mengalami gangguan akibat bencana longsor di Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Kabupaten Langkat. Peristiwa tersebut mengakibatkan sebagian badan jalan amblas sehingga tidak dapat dilalui secara normal oleh kendaraan.
Akibat amblasnya sebagian struktur jalan, ruang lintasan yang tersisa hanya cukup untuk satu kendaraan. Pengendara dari kedua arah pun terpaksa melintas secara bergantian dengan sistem buka-tutup. Kondisi ini secara langsung menghambat kelancaran distribusi barang serta aktivitas masyarakat yang bepergian dari Karo menuju Langkat maupun sebaliknya.
Dampak Terputusnya Pipa Air Bersih
Selain merusak badan jalan alternatif, material longsor di sekitar lokasi kejadian turut memutus jalur pipa distribusi air bersih. Akibatnya, pasokan air bersih ke rumah-rumah warga di kawasan sekitar terhenti total.
3 Pengeroyok Bambang Setiawan 27 Agustus Ditangkap di Babakan Madang

Salah seorang warga Desa Telaga, Kecamatan Sungai Bingei, Kabupaten Langkat, Ade Sembiring, mengungkapkan bahwa krisis air tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, masyarakat setempat sudah tidak memperoleh pasokan air bersih selama tiga pekan semenjak pipa saluran tersebut rusak.
Penanganan Darurat dan Rencana Perbaikan
Menanggapi situasi darurat ini, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan bahwa perbaikan badan jalan penghubung Langkat-Karo tersebut akan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Hal tersebut disampaikannya pada Sabtu (12/9) setelah mendengarkan langsung keluhan dari masyarakat yang terdampak.
Pelaku Pembacokan Nelayan di Sampang Ditangkap, Motif Balas Dendam

Untuk menjaga mobilitas warga selama proses penanganan, jalur akses darurat sementara akan segera dibangun di lokasi longsor. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berkoordinasi untuk mengirimkan pasokan air bersih sementara bagi warga yang terdampak krisis air.
Pada saat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten akan memfokuskan tindakan awal pada penanganan jaringan air. Pihaknya menyatakan akan terlebih dahulu memperbaiki pipa saluran air bersih yang terputus agar kebutuhan air harian masyarakat dapat segera tertangani.






