Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong anak-anak asal Tanah Papua untuk memiliki cita-cita besar serta mempersiapkan diri menjadi agen perubahan bagi kemajuan daerah asal mereka.
Arahan tersebut disampaikan Ribka Haluk saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (11/9/2026). Di hadapan lebih dari 300 peserta didik asal Papua yang menempuh studi di institusi tersebut, ia membagikan perjalanan hidup dan rekam jejak pengabdiannya di struktur pemerintahan.
Ribka mengisahkan bahwa selepas menuntaskan pendidikan dasar bersama orang tuanya, ia memutuskan merantau ke Jayapura untuk menempuh jenjang SMP dan SMA, hingga berlanjut ke bangku perguruan tinggi. Selama menjalani masa perkuliahan, ia berhadapan dengan berbagai keterbatasan ekonomi, termasuk saat menyelesaikan skripsi, sebelum akhirnya berhasil lulus sebagai salah satu lulusan terbaik.
Pelaku Pembacokan Nelayan di Sampang Ditangkap, Motif Balas Dendam

Pengalaman lebih dari 30 tahun di ranah birokrasi, lanjut Ribka, memperkuat keyakinannya akan arti penting pendidikan dan tekad untuk terus belajar. Berbekal jenjang pendidikan yang ia selesaikan hingga tingkat S2 dan S3, Ribka meniti tangga karier pemerintahan mulai dari posisi camat, bupati, kepala dinas, hingga mengemban amanah sebagai Wamendagri.
Pada kesempatan yang sama, Founder Yayasan Pendidikan Harapan Papua Aileen Hambali Riady menceritakan upaya dan perjuangan lembaganya dalam membuka akses pendidikan hingga ke wilayah pedalaman Papua. Ia mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap memilih bertahan dan kembali masuk mengajar dengan sukacita di daerah terpencil kendati harus berhadapan dengan tantangan keamanan.
3 Pengeroyok Warga Pejompongan Ditangkap di Babakan Madang Bogor

Guna menunjang fasilitas belajar para peserta didik di SLH Gunung Moria, Ribka turut menyalurkan bantuan berupa sejumlah perangkat laptop. Agenda kunjungan kerja ini juga dihadiri langsung oleh Direktur Utama Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) Jonathan L. Parapak bersama para tenaga pendidik sekolah.






