Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Kalimantan memicu lonjakan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sebaran kabut asap tebal membuat ratusan ribu warga di berbagai daerah terpapar polusi udara berbahaya, dengan dampak yang menyasar kelompok rentan mulai dari lansia, anak-anak, hingga balita.
Berdasarkan data yang dihimpun, Kalimantan Barat mencatatkan 165.727 kasus ISPA terhitung sejak Januari hingga 22 Agustus 2026. Wilayah Kalimantan Tengah turut mengalami eskalasi serupa dengan penambahan 3.963 kasus baru selama Agustus 2026. Dari total sebaran di Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya mencatat akumulasi tertinggi yang mencapai 17.061 kasus.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, laporan WALHI Kalimantan Selatan mencatat lebih dari 3.900 orang terserang gangguan pernapasan tersebut. Warga terdampak di Kalimantan Selatan juga menghadapi beban pengobatan mandiri karena pemerintah tidak menanggung pembiayaan rumah sakit bagi para penderita ISPA akibat kabut asap.
Basarnas Rilis Pembaruan Korban Selamat dan Meninggal KM Virgo 8 di Laut Jawa

Kritik Standar Masker dan Kesiapan Faskes
Untuk merespons maraknya kasus ISPA, pemerintah membagikan masker kepada masyarakat di berbagai titik. Namun, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai langkah penanganan tersebut tidak memadai dari sisi proteksi kesehatan.
WALHI mengungkapkan bahwa jenis masker yang dibagikan ke masyarakat tidak memenuhi standar mitigasi kabut asap ekstrem. Pada saat konsentrasi pencemaran udara sudah berada pada kategori berbahaya hingga sangat berbahaya鈥攜akni dengan indeks di atas 300鈥攎asyarakat memerlukan perlindungan masker khusus seperti N95, bukan masker yang dibagikan tanpa spesifikasi penyaring partikel mikro.
WN China di Raja Ampat Ditangkap Imigrasi Usai Tombak Penyu-Memasaknya Jadi Sop

Selain persoalan masker, implementasi kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dasar juga menjadi sorotan. Meski pemerintah telah mengeluarkan anjuran operasional puskesmas siaga 24 jam untuk melayani korban kabut asap, pada praktiknya masih ditemukan puskesmas yang tetap tutup pada akhir pekan.






