Operasi pencarian dan evakuasi terhadap korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus berlangsung. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi, dengan enam penumpang di antaranya dipastikan meninggal dunia.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa total korban dalam insiden pelayaran tersebut tercatat mencapai 243 orang. Berdasarkan data per Senin (14/9), tim telah menemukan 108 korban dalam kondisi selamat serta 6 korban dalam keadaan meninggal dunia.
"Dari 243 korban, telah terevakuasi sebanyak 108 korban dalam kondisi selamat dan 6 korban dalam kondisi meninggal dunia," ujar Mohammad Syafii.
Setelah evakuasi awal tersebut, Tim SAR Gabungan masih terus menyisir area perairan untuk mencari 129 penumpang lain yang belum ditemukan.
WN China di Raja Ampat Ditangkap Imigrasi Usai Tombak Penyu-Memasaknya Jadi Sop

Identifikasi Korban Selamat dan Terluka
Memasuki Selasa (15/9), Tim SAR merilis perkembangan identitas dari 29 penumpang yang berhasil diselamatkan setelah dievakuasi melalui KM Cahaya Bahari. Dari kelompok penumpang yang baru terdata tersebut, sebanyak 20 orang dilaporkan dalam kondisi sehat, sedangkan tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka dan membutuhkan penanganan medis.
Beberapa korban luka yang terdata antara lain Boni Fasius Raju (45) asal Flores yang mengalami luka robek pada bagian dagu, Anton (27) asal Malang dengan keluhan cedera di bagian kaki, serta Abdul Kholid (25) asal Jepara yang mengalami kaki terkilir.
Dalam manifes penumpang selamat tersebut, tercatat pula kapten kapal bernama Arief Yunianto (38) yang berasal dari Lamongan.
Kebakaran Hutan Kalbar Meluas, Tembus 48 Ribu Hektare

Penanganan Korban Meninggal
Selain mendata korban yang selamat, petugas evakuasi juga telah mengidentifikasi dua dari enam korban yang dinyatakan meninggal dunia. Proses identifikasi jenazah korban lainnya masih terus berjalan bersama pihak medis dan instansi terkait.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan tetap memfokuskan operasi penyisiran laut dan pemantauan udara di sekitar koordinat insiden Laut Jawa guna menuntaskan pencarian 129 korban yang masih hilang.






