Adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menawarkan peluang besar bagi pelaku usaha untuk menekan pengeluaran operasional, meningkatkan efisiensi armada, sekaligus mendukung agenda transisi energi. CEO VinFast Southeast Asia Antonio Zara mengungkapkan bahwa beralih ke armada listrik mampu memberikan efisiensi yang nyata bagi kegiatan bisnis.
Menurut Antonio, kendaraan komersial non-listrik umumnya membutuhkan biaya operasional lebih dari Rp 900 ribu untuk jarak tempuh 400 hingga 500 kilometer per bulan. Dengan efisiensi energi yang dimiliki kendaraan listrik, pengeluaran rutin tersebut dapat dipangkas sehingga operasional usaha menjadi lebih hemat dan menguntungkan.
Efisiensi dan Penetrasi Pasar VinFast
Untuk memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga maupun operasional harian, VinFast menghadirkan lini kendaraan listrik seperti MPV 7. Mobil keluarga berkapasitas 7 penumpang ini ditawarkan dengan harga sekitar Rp 330 jutaan, lengkap dengan program bebas biaya pengisian daya (free charging) selama 2 tahun.
Timah Jadi Komoditas Pertama Dijual di Bursa Mineral ICOMEX

Di segmen komersial dan transportasi umum, pemanfaatan kendaraan listrik di Indonesia juga semakin masif, salah satunya terlihat melalui operasional armada taksi Green SM yang dijalankan oleh VinFast. Guna memperkuat komitmen pasokan kendaraan ritel dan komersial di dalam negeri, VinFast juga tengah membangun fasilitas pabrik perakitan di Indonesia.
Potensi Segmen Komersial dan Kesiapan Ekosistem
Dalam dialog di program AutoBizz yang dipandu Bunga Cinka, Pengamat Otomotif Bebin Djuana menilai bahwa kendaraan listrik komersial merupakan segmen yang memiliki potensi pertumbuhan sangat kuat seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi armada usaha.
Faktor Kunci Pendorong Minat dan Adopsi Kendaraan Listrik di Indonesia

Kendati demikian, Bebin menegaskan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik tetap membutuhkan dukungan ekosistem yang matang. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya, seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL), menjadi faktor krusial agar operasional kendaraan listrik komersial maupun pribadi dapat berjalan optimal di seluruh wilayah.






