Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan dampak kerusakan fisik yang meluas serta memicu masalah kesehatan di lokasi pengungsian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui data penanganan darurat di lapangan seiring bertambahnya jumlah pengungsi dan korban terdampak.
Berikut rangkuman informasi penting mengenai perkembangan dampak gempa, jumlah korban, kondisi pengungsian, hingga potensi risiko lanjutan di NTT.
Berapa Jumlah Korban Jiwa dan Luka Akibat Gempa NTT?
Berdasarkan data terkini BNPB, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 91 orang, bertambah 4 orang dari laporan sebelumnya. Selain korban tewas, sebanyak 1.286 orang dilaporkan menderita luka-luka.
Sebaran 91 korban meninggal meliputi tujuh kabupaten: - Kabupaten Manggarai: 32 jiwa - Kabupaten Manggarai Timur: 31 jiwa - Kabupaten Nagekeo: 14 jiwa - Kabupaten Sikka: 6 jiwa - Kabupaten Ngada: 5 jiwa - Kabupaten Ende: 2 jiwa - Kabupaten Manggarai Barat: 1 jiwa
Pedagang Kopi di Jakut Ditipu Pria Ngaku Habis Bensin, Motor Raib Dibawa Kabur

Untuk korban luka terbanyak, BNPB melaporkan konsentrasi berada di Kabupaten Manggarai Timur dengan 643 orang dan Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 504 orang.
Bagaimana Profil Demografi Korban Meninggal Dunia?
Dari total 91 korban meninggal dunia: - Berdasarkan jenis kelamin: 48 perempuan, 40 laki-laki, dan 3 korban masih dalam tahap identifikasi. - Berdasarkan kelompok usia: 39 lansia, 35 orang dewasa, 12 anak-anak dan remaja, 4 batita (bawah tiga tahun), serta 1 balita (bawah lima tahun).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa sekitar 51 persen korban jiwa disebabkan oleh dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan 49 persen sisanya meninggal akibat dampak tidak langsung.
Di Mana Konsentrasi Pengungsi Terbesar?
Jumlah warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka terus bertambah hingga mencapai 161.084 jiwa. Konsentrasi pengungsi terbanyak tersebar di tiga wilayah utama: - Kabupaten Manggarai: 46.519 jiwa - Kabupaten Nagekeo: 34.256 jiwa - Kabupaten Manggarai Timur: 31.372 jiwa
Karhutla di Pekanbaru Bikin Kualitas Udara Memburuk, Siswa TK-SMP Belajar Daring

Apa Masalah Kesehatan yang Dihadapi Pengungsi?
Kondisi tempat tinggal darurat mulai memicu keluhan kesehatan di kalangan warga terdampak, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain gangguan pernapasan, otoritas kesehatan juga mencatat adanya ancaman kesehatan lain berupa 15 kasus gigitan hewan penular rabies yang dilaporkan di wilayah Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur.
Berapa Banyak Gempa Susulan yang Terjadi?
Hingga pembaruan data terakhir, tercatat sebanyak 5.688 kali gempa susulan dengan kekuatan magnitudo terbesar mencapai M 6,2 dan terkecil M 1,1. Pada Minggu, 23 Agustus 2026, warga merasakan 130 kali getaran susulan.
BNPB memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung selama 3 hingga 4 minggu sejak gempa utama terjadi.






