Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan armada bus listrik khusus pariwisata untuk melayani mobilitas masyarakat menuju sejumlah destinasi wisata unggulan. Kehadiran bus ramah lingkungan ini ditujukan untuk mempermudah akses perjalanan pelancong sekaligus memperkuat konektivitas transportasi publik di kawasan Bogor dan wilayah sekitarnya.
Langkah penyediaan armada bertenaga listrik tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menata jaringan transportasi publik modern tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
Rute Wisata Pakansari, Jalur Puncak, hingga Margo City Depok
Dalam rencana pengembangan rute wisata, Pemkab Bogor memetakan beberapa lintasan strategis. Salah satu rute utama direncanakan menghubungkan kawasan Stadion Pakansari menuju kawasan wisata Puncak hingga mencapai batas wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur.
Selain jalur ke kawasan Puncak, Pemkab Bogor juga menyiapkan rute wisata lain yang menghubungkan Cibinong dengan Kebun Raya Bogor. Jalur antardaerah lainnya disiapkan untuk melayani rute Cibinong, Stadion Pakansari, hingga pusat aktivitas Margo City di Kota Depok.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan pentingnya alokasi armada yang fokus pada kebutuhan sektor pelancongan daerah. Rudy meminta agar ada beberapa unit bus listrik yang secara khusus difungsikan melayani rute armada pariwisata tersebut.
Israel Serang Gaza di Tengah Gencatan Senjata, Anak 4 Tahun Tewas, 7 Orang Luka

Pembahasan Koridor Reguler Bojonggede鈥揅iteureup dan Evaluasi Uji Coba
Di samping rute khusus pariwisata, Pemkab Bogor turut membuka peluang pengembangan koridor reguler harian. Rute reguler yang tengah dijajaki tersebut melintasi kawasan Bojonggede menuju area pintu keluar Tol Citeureup.
Rencana pembukaan koridor Bojonggede menuju pintu keluar Tol Citeureup saat ini masih berada dalam tahap pembahasan intensif antara Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.
Sebelum memperluas jaringan rute serta menetapkan pola operasional secara permanen, Pemkab Bogor terlebih dahulu mengevaluasi hasil uji coba operasional bus listrik yang sebelumnya telah dilaksanakan pada koridor Bojonggede鈥揝entul. Hasil evaluasi koridor Bojonggede鈥揝entul ini akan menjadi pijakan teknis dalam perumusan operasional rute-rute berikutnya.
Koordinasi Bersama Pengusaha Angkutan yang Ada
Dalam pelaksanaan rencana operasional armada bus listrik ini, Bupati Bogor Rudy Susmanto menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk mengedepankan komunikasi dengan pelaku usaha transportasi yang telah lama beroperasi di wilayah setempat.
Karhutla di Pekanbaru Bikin Kualitas Udara Memburuk, Siswa TK-SMP Belajar Daring

Rudy menegaskan pentingnya pembahasan awal bersama para pengusaha angkutan agar operasional armada baru tidak memicu benturan ekonomi. Kebijakan ini diambil guna memastikan roda perekonomian lokal tetap bergerak dan kehadiran inovasi transportasi baru tidak mengganggu kelangsungan dunia usaha yang sudah ada lebih awal.
Skema Kemitraan Swasta dan Penyediaan Infrastruktur Pendukung
Untuk pengadaan serta operasional armada bus listrik, Pemkab Bogor menerapkan skema kerja sama dan kolaborasi bersama pihak swasta. Pola kemitraan ini dirancang agar kebutuhan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat ditekan secara optimal.
Melalui skema kerja sama tersebut, penyediaan unit dan operasional bus ditangani oleh mitra, sedangkan Pemkab Bogor mengambil peran dalam menyiapkan fasilitas dan infrastruktur pendukung di lapangan. Fasilitas yang disiapkan oleh Pemkab Bogor meliputi penyediaan lahan parkir armada, pembangunan stasiun pengisian daya (charging station), serta kesiapan sumber daya manusia.






