Peristiwa gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan dampak pada infrastruktur logistik pangan milik Perum Bulog. Sebanyak 12 fasilitas penyimpanan mengalami kerusakan fisik, namun ketahanan pasokan beras di wilayah tersebut dipastikan tetap terkendali.
Berikut rangkuman informasi mengenai penanganan kerusakan gudang, skema penyelamatan stok, hingga proyeksi cadangan beras di NTT pascagempa.
Bagaimana Kondisi Kerusakan 12 Gudang Bulog di NTT?
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengonfirmasi bahwa 12 unit gudang Bulog terdampak gempa bumi di NTT. Kerusakan yang terjadi berada pada bagian dinding bangunan, sehingga tumpukan komoditas beras di dalamnya tetap aman dari kerusakan fisik.
Secara keseluruhan, Bulog mengelola sekitar 46 unit gudang di NTT dengan kapasitas tampung mencapai 50.400 ton. Untuk menangani dampak bencana pada infrastruktur penyimpanan tersebut, pimpinan Bulog telah menugaskan Direktur SDM Perum Bulog guna mempercepat proses perbaikan pada 12 gudang yang rusak.
Update Korban Gempa NTT, 91 Warga Meninggal Dunia, 1.286 Luka-luka

Langkah Apa yang Diambil Bulog untuk Mengamankan Beras di Ruteng?
Kerusakan dengan kategori cukup parah terjadi pada unit pergudangan di wilayah Ruteng, yang berakibat pada penurunan kapasitas tampung efektif di lokasi tersebut.
Guna mengamankan komoditas dari potensi kerusakan lanjutan, Bulog memindahkan stok beras ke tenda darurat milik BNPB dan TNI. Penempatan beras di dalam tenda dilengkapi dengan palet pada bagian bawah guna menghindari kontak langsung dengan air dan kelembapan tanah. Selain relokasi fisik, Kepala Cabang Bulog di Ruteng diinstruksikan untuk segera menyalurkan stok beras tersebut secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dari Mana Tambahan Pasokan Beras Didatangkan ke NTT?
Stok beras yang tersimpan di seluruh jaringan gudang Bulog di NTT saat ini tercatat sebanyak 26.336 ton. Guna memperkuat cadangan daerah, Bulog menjalankan skema mobilisasi nasional (movnas) dengan mendatangkan pasokan tambahan sebanyak 67.446 ton dari berbagai daerah produsen.
Rincian alokasi pasokan beras yang dikirimkan ke NTT meliputi:
Mayoritas Karhutla Sengaja Dipicu demi Buka Lahan Sawit, Polri Tetapkan 72 Tersangka

- Nusa Tenggara Barat (NTB): 35.250 ton
- Jawa Timur: 20.646 ton
- Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat: 8.550 ton
- Jakarta: sekitar 3.000 ton
Melalui pengiriman pasokan movnas tersebut, total ketersediaan stok beras Bulog di NTT diproyeksikan mencapai 93.782 ton.
Berapa Estimasi Kebutuhan dan Cadangan Beras di NTT Pascabencana?
Bulog memproyeksikan total kebutuhan beras di wilayah NTT berada di kisaran 46.368 ton. Rencana penyaluran ini terbagi ke dalam beberapa alokasi khusus:
- Penanganan bencana alam: 1.890 ton
- Antisipasi perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali: 18.900 ton
- Program bantuan pangan Presiden selama tiga bulan: 25.578 ton (dengan kuota 10 kilogram per bulan bagi 852.631 penerima bantuan pangan)
Setelah memperhitungkan seluruh alokasi kebencanaan dan bantuan sosial reguler sebesar 46.368 ton tersebut, Bulog mencatat NTT masih memiliki sisa cadangan surplus sekitar 47.414 ton beras.






