Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menyiapkan perluasan layanan transportasi bus listrik hingga menjangkau wilayah Depok dan kawasan wisata Puncak. Inisiatif ini dirancang guna memperkuat jaringan transportasi publik di wilayah Kabupaten Bogor sekaligus memberikan dukungan nyata terhadap sektor pariwisata daerah.
Langkah penyiapan koridor baru ini dilakukan menyusul pelaksanaan uji coba operasional bus listrik yang sebelumnya telah berlangsung di koridor Bojonggede–Sentul. Pemerintah Kabupaten Bogor kini mengkaji sejumlah jalur potensial yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan masyarakat, simpul mobilitas harian, hingga kawasan wisata utama.
Daftar Rute dan Koridor Bus Listrik yang Sedang Dipersiapkan
Dalam rencana pengembangan jaringan transportasi ramah lingkungan ini, beberapa lintasan strategis tengah dimatangkan untuk melayani perjalanan masyarakat umum maupun wisatawan:
- Koridor Cibinong–Stadion Pakansari–Margo City Depok: Menghubungkan titik sentral Cibinong, kawasan Stadion Pakansari, hingga pusat aktivitas Margo City di Depok.
- Koridor Wisata Stadion Pakansari–Puncak: Mengular dari Stadion Pakansari menuju kawasan Puncak hingga batas wilayah Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur. Bupati Bogor Rudy Susmanto secara khusus meminta agar disediakan beberapa unit yang dialokasikan khusus sebagai armada pariwisata.
- Koridor Cibinong–Kebun Raya Bogor: Menyediakan akses langsung dari wilayah Cibinong menuju kawasan Kebun Raya Bogor.
- Koridor Reguler Bojonggede–Exit Tol Citeureup: Pemerintah Kabupaten Bogor turut membuka opsi penambahan trayek reguler yang menghubungkan Bojonggede menuju kawasan area keluar tol (exit tol) Citeureup.
Evaluasi Uji Coba Bojonggede–Sentul dan Kesiapan Operasional
Sebelum meresmikan pengoperasian trayek-trayek baru tersebut secara luas, Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini masih memproses evaluasi menyeluruh atas hasil uji coba operasional pada koridor Bojonggede–Sentul.
Update Korban Gempa NTT, 91 Warga Meninggal Dunia, 1.286 Luka-luka

Evaluasi teknis tersebut mencakup beberapa komponen penting, antara lain:
- Penentuan skema operasional permanen untuk koridor yang sudah diuji coba maupun rute pengembangan baru.
- Penetapan kebutuhan jumlah armada bus listrik yang memadai di setiap lintasan.
- Pemetaan dan pemastian kesiapan infrastruktur pendukung di sepanjang rute perjalanan.
Skema Kolaborasi Swasta untuk Menjaga Efisiensi APBD
Agar penyediaan moda transportasi ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan skema kerja sama terpadu dengan pihak swasta, baik dalam tahapan pengadaan armada maupun sistem pengoperasiannya.
Dalam pembagian peran kerja sama tersebut, pembagian tanggung jawab dirancang sebagai berikut:
Mayoritas Karhutla Sengaja Dipicu demi Buka Lahan Sawit, Polri Tetapkan 72 Tersangka

- Peran Pemerintah Daerah: Pemerintah Kabupaten Bogor dapat menyiapkan fasilitas pendukung berupa penyediaan lahan parkir, stasiun pengisian daya listrik (charging station), serta pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia.
- Peran Mitra Swasta: Pihak swasta digandeng untuk menangani pengadaan unit armada bus listrik serta mencakup kebutuhan operasional teknis lainnya yang diperlukan di lapangan.
Koordinasi Lintas Wilayah dan Perlindungan Angkutan Eksisting
Pengembangan trayek baru yang melintasi perbatasan wilayah administratif saat ini tengah dibahas secara intensif antara Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.
Dalam proses koordinasi antardaerah tersebut, pemerintah memperhatikan kondisi ekosistem angkutan umum yang telah beroperasi sebelumnya di trayek terkait. Penyelarasan ini dilakukan agar kehadiran koridor bus listrik baru dapat terintegrasi secara harmonis tanpa mengabaikan keberadaan operator angkutan umum eksisting di kawasan Bogor, Depok, dan sekitarnya.






